“Agrotoxins/Keracunan Pestisida”

Keracunan pestisida terjadi ketika bahan kimia yang dimaksudkan untuk mengendalikan hama memengaruhi organisme non-target seperti manusia, satwa liar, atau lebah. Ada tiga jenis keracunan pestisida. Yang pertama dari ketiganya adalah tingkat paparan tunggal dan jangka pendek yang sangat tinggi yang dapat dialami oleh individu yang melakukan bunuh diri, serta formulator pestisida. Jenis keracunan kedua adalah paparan jangka panjang tingkat tinggi, yang dapat terjadi pada formulator dan produsen pestisida. Jenis keracunan ketiga adalah paparan tingkat rendah jangka panjang, di mana individu terpapar dari sumber seperti residu pestisida dalam makanan serta kontak dengan residu pestisida di udara, air, tanah, sedimen, bahan makanan, tanaman dan hewan.

Di negara-negara berkembang, keracunan pestisida dari paparan jangka pendek yang sangat tinggi (keracunan akut) adalah jenis keracunan yang paling mengkhawatirkan. Namun, di negara-negara maju seperti negara-negara Eropa dan seperti Kanada, ini adalah kebalikannya: keracunan pestisida akut dikendalikan, sehingga menjadikan masalah utama paparan pestisida tingkat rendah jangka panjang. 

Dampak Pada Hewan-Hewan

Efek samping yang jelas dari penggunaan bahan kimia yang dimaksudkan untuk membunuh adalah bahwa seseorang cenderung membunuh lebih dari sekedar organisme yang diinginkan. Kontak dengan tanaman yang disemprotkan atau “gulma” dapat berdampak pada satwa liar setempat, terutama serangga. Penyebab kekhawatiran adalah bagaimana hama, alasan penggunaan pestisida, membangun resistensi. Serangga fitofag mampu membangun resistensi ini karena mereka mampu dengan mudah melakukan diversifikasi dan adaptasi evolusioner. Masalahnya adalah bahwa untuk mendapatkan efek pestisida yang diinginkan, pestisida harus dibuat semakin kuat seiring berjalannya waktu. Dampak dari penggunaan pestisida yang lebih kuat pada vegetasi memiliki hasil negatif pada lingkungan hidup sekitarnya, tetapi juga akan berkontribusi pada paparan tingkat rendah jangka panjang konsumen.



Add Comment