9 Fakta Cabai atau Cabe

Bercerita mengenai cabai atau cabe tidak lepas dari ragam masakan Indonesia tidak bisa dipisahkan dari rasa pedas. Bahkan menu sambal wajib berada di meja makan untuk menemani kita bersantap,  rasa pedas bisa menambah gairah dan selera makan kita, sensasi pedas telah menjadi inspirasi beberapa kuliner Indonesia yang populer, dengan istilah-istila keren seperti: bebek mercon, bakso granat, mie setan, nasi pedas Mbah gobyos, ceker pedas, mie nuklir dan masih banyak lagi

Tanaman cabai atau cabe inilah yang menghasilkan rasa pedas, bahkan bisa terasa membakar mulut untuk cabai jenis tertentu. Kita Cerdas telah merangkum beberapa hal menarik dari tanaman cabai. Mari kita simak selengkapnya:

Cabai Merah

Cabai Merah

  1. Dibawa oleh Christopher Columbus

Cabai berasal dari daratan tropis Amerika. Cabai tercatat sudah digunakan lebih dari 7500 tahun sebelum masehi, dan dibudidayakan sekitar 5000 tahun sebelum masehi. Setelah Christopher Columbus menemukan benua Amerika, dia membawa cabai kembali ke Eropa. Setelah itu terjadilah perdagangan hingga membuat cabai tersebar hingga ke Asia, Australia, dan Afrika.

  1. Obat Tradisional.

Ekstrak cabai dapat digunakan untuk obat tradisional. Di antaranya untuk melawan prostat, herpes, diabetes, dan untuk meredakan nyeri bagi penderita arthritis dan sakit kepala.

  1. Warna dan aroma dari cabai.

Cabai yang pedas selalu berwarna merah? Belum tentu. Memang kita selalu menghindari memakan cabai dengan warna terang karena takut rasanya lebih pedas. Beberapa kulit cabai dengan kepedasan tinggi juga ada yang berwarna kuning, bahkan hijau dan coklat hingga mendekati hitam.

Aneka cabai.

Aneka cabai atau cabe

Aroma sebagian besar dari cabai sangat menyengat. Ini dihasilkan dari kandungan Capsaicin yang melimpah dari cabai. Selain itu jenis cabai Lemon drop memiliki aroma dan rasa sedikit asam seperti jeruk.

  1. Cabai terpedas!

Cabai memiliki skala untuk kepedasannya. Skala itu disebut SHU (Scoville Heat Unit). Skala ini digunakan untuk mengelompokkan cabai mulai dari yang skala SHU rendah (manis) hingga tinggi (sangat pedas sekali). Cabai rawit yang sering kita konsumsi memiliki skala SHU sebesar 35.000.

Rawit

Cabe Rawit

Sampai saat ini rekor cabai terpedas di dunia dipegang oleh cabai Carolina Reaper. Cabai hasil persilangan ini memiliki skala SHU sebesar 2.200.000. Atau jika kita hitung cabai ini lebih pedas 60 kali lipat dari cabai rawit. Bisa kita bayangkan bagaimana rasa mulut kita saat mengunyah cabai Carolina Reaper ini. Indonesia memiliki spesies cabai terpedas unggul yang bernama cabai Hiyung. Cabai ini lebih pedas dari rawit dan lebih awet saat disimpan. Tertarik mencoba cabai-cabai terpedas?

Carolina Reaper

Carolina Reaper

  1. Spesies-spesies cabai.

Sampai saat ini telah ditemukan sekitar 20 spesies cabai di dunia ini. Lima diantaranya telah dibudidayaan secara masal bahkan di Indonesia. Seperti jenis Capsicum chinense (Carolina Reaper, Bhut Jolokia, dan 7 Pot), dan Capsicum frutescens (Cabai Rawit).

  1. Persilangan cabai.

Beberapa jenis cabai sangat mudah disilangkan satu dengan yang lain. Bahkan tanpa perlu campur tangan manusia, meletakkan dua jenis cabai yang berbeda berdekatan kemungkinan besar akan terjadi penyerbukan silang. Fungsi penyilangan adalah untuk mendapatkan spesies baru yang memiliki sifat unggul, seperti awet disimpan dan rasa pedas yang tinggi.

Persilangan cabai.

Persilangan cabai.

  1. Cabai yang Terisolasi

Kita tentu ingat dengan kepulauan Galapagos. Salah satu spesies yang ditemukan merupakan cabai endemik kepulauan ini. Para ahli masih mendebatkan karena beberapa bagian dari cabai Capsicum galapagoense ini tidak sama dengan jenis lain. Selain itu, cabai ini juga sangat sulit dibudidayakan selain di iklim aslinya. Beberapa pembudidaya cabai mengatakan butuh hampir satu bulan untuk membuat biji cabai ini tumbuh, dan setahun untuk membuahkannya.

Capsicum Galapagoenses

Capsicum Galapagoense

  1. Cabai untuk jerawat.

Memang terdengar menyeramkan. Tapi air perasan cabai dapat digunakan untuk memperkecil jerawat yang besar pada wajah. Cukup gunakan kapas untuk mengambil air perasan cabai. Oleskan di sekitar kulit yang bengkak. Rasa awal akan sedikit panas tapi lama-lama akan membuat jerawat mengecil. Hal ini bisa terjadi karena kandungan kimia cabai yang mampu membunuh bakteri sehingga kulit akan lebih bersih setelah diolesi perasan cabai.

  1. Meningkatkan metabolisme tubuh!

Cabai yang kita konsumsi akan secara perlahan membuat tubuh menjadi hangat. Hal ini dipercaya mempercepat laju metabolisme tubuh. Peneliti membuktikannya bahwa dengan mengkonsumsi makanan pedas laju metabolisme tubuh akan meningkat walau tidak signifikan dan berkelanjutan. Tapi dengan dibarengi olahraga yang rutin dapat mempercepat laju pembakaran lemak pada tubuh.

 

Add Comment