Sistem Ekonomi Dunia dan Perjanjian Bretton Woods

Perjanjian dan Sistem Bretton Woods

Sistem Bretton Woods atau Bretton Woods Systems, jarang sekali orang mengetahui tentang asal-usul cara kerja perekonomian yang ada di dunia sekarang, perekonomian yang kita jalani setiap harinya, mulai dari sistem ekonomi dunia yang tentunya berdampak pada cara kerja perekonomian masyarakat, termasuk kita semua, sering kita melihat tentang berita-berita di televisi, radio maupun koran tentang perkembangan ekonomi dunia baik internasional maupun perekonomian nasional suatu negara. Tetapi banyak yang tidak memahami sejarahnya kenapa sistem perekonomian kita yang sering kita dengar di televisi, radio maupun koran berbentuk seperti sekarang?

Jawabannya adalah sistem perekonomian modern yang kita kenal sekarang dibentuk dan dimulai sejak Perjanjian Bretton Woods, ya benar, Bretton Woods adalah nama desa di negara bagian New Hampshire, Amerika Serikat. Desa kecil ini menjadi saksi dimulainya sistem perekonomian perdagangan bebas yang kita kenal sekarang, tentu saja diselenggarakannya Perjanjian Bretton Woods yang akhirnya menghasilkan Sistem Bretton Woods/Bretton Woods Systems ini tidak bisa dilepaskan dari situasi politik khususnya Amerika Serikat yang ingin menjadi pemimpin ekonomi dunia menggantikan Inggris, apa lagi saat itu Amerika Serikat sudah memenangkan Perang Dunia I dan hampir memenangkan Perang Dunia II, dimana ternyata Amerika Serikat memang memenangkan Perang Dunia II di tahun 1945 mengalahkan Nazi Jerman dan Jepang, yang menjadikan Amerika Serikat sebagai kekuatan besar ekonomi dunia.

AdobeStock_65601821.jpeg

Bendera Amerika Serikat – Adobe

Sistem Bretton Woods

Sistem Bretton Woods/Bretton Woods Systems adalah suatu sistem perekonomian dunia yang dihasilkan pleh konferensi di suatu desa bernama Bretton Woods, New Hampshire, Amerika Serikat pada tahun 1944, satu tahu sebelum berakhirnya Perang Dunia II, dimana tanda-tanda kemenangan Sekutu yang dipimpin oleh Amerika Serikat sudah terlihat dan bisa dirasakan. Konferensi ini adalah produk kerjasama Amerika Serikat dan Inggris beserta sekutunya yang menghasilkan tiga institusi keuangan raksasa dunia.

Pertama Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund) IMF, institusi ini pasti tidak asing bagi yang pernah membaca sejarah tentang krisis ekonomi yang dialami Indonesia pada tahun 1997, dimana Pemerintan Republik Indonesia terpaksa harus berhutang dana yang besar kepada IMF untuk menghindari kebangkrutan negara. Kedua adalah Bank Dunia (World Bank) institusi tempat Menteri Keuangan kita yang sekarang Sri Mulyani pernah bekerja dan menjadi orang terpenting nomor dua di Bank Dunia, dan yang ketiga adalah Organisasi Perdangan Dunia (World Trade Organization) WTO.

Sistem Bretton Woods dibentuk dalam rangka menyelesaikan pertarungan yang terjadi otonomi yang dimiliki oleh domestik dan stabilitas internasional, namun dasar yang terdapat dalam sistem otonomi kebijakan nasional, nilai tukar tetap, dan kemampuan untuk mengubah mata uang satu sama lain saling bertolak belakang. Ini menyebabkan stabilitas internasional tidak stabil, oleh karena itu dibentuklah Sistem Bretton Woods ini oleh Amerika Serikat dan sekutunya. Kemudian dalam perkembangannya pasca Perang Dunia II sistem perekonomian ini akhirnya juga diadopsi oleh hampir semua negara di dunia saat yang ini saling terkait dan saling terikat, termasuk juga Indonesia.

AdobeStock_61867601.jpeg

Dollar Amerika Serikat dan Emas – Adobe

Sejarah Perjanjian Bretton Woods

Pada akhir abad ke-19, sistem perdagangan internasional didasari atas sistem perekonomian merkantilisme, sistem merkantilisme ini mendominasi perekonomian khusunya bangsa-bangsa Eropa di abad ke 16 sampai abad ke 18. Tujuan ekonomi kaum merkantilis adalah dengan memakmurkan negara dengan memasukkan sebanyak mungkin pendapatan ke dalam kas negara, ini salah satu juga yang menyebabkan penimbunan kekayaan oleh bangsa-bangsa tertentu seperti pada era kolonialisme dimana sumber daya suatu daerah koloni lebih banyak diperuntukkan dan dibawa pulang untuk keuntungan pengkoloni bukan yang dikoloni. Aktor utama dalam sistem perekonomian menurut kaum merkantilis adalah negara di mana merkantilisme sangat populer bagi pemerintah yang sedang melakukan pembinaan kekuatan negara, karena tujuannya yang lebih fokus pada pencapaian kepentingan nasional negara secara maksimal.

Dalam perkembangannya sistem perdagangan ini hancur seiring dengan terjadinya Perang Dunia I yang berdampak banyak negara-negara menjadi proteksionis terhadap komoditas atau barang-barang dari luar serta tidak stabilnya sistem mata uang selama perang terjadi. Dilatarbelakangi oleh semangat liberalisme ekonomi yang memang menjadi cara kerja perekonomian Amerika Serikat walaupun tidak sepenuhnya dalam sejarah mereka menerapkannya secara total, tetapi ide tersebut didukung oleh Amerika Serikat dan Inggris serta sekutunya, yang bertujuan untuk meningkatkan transaksi ekonomi yang berdasarkan atas kondisi akses yang sama terhadap pasar.

Dan semangat liberalisme tersebut mendorong diselenggarakannya konferensi di Bretton Woods pada tahun 1944. Ini akhirnya kita kenal sekarang dengan istilah yang sering kita lihat di televisi atau mendengar di radio dan membacanya di koran yaitu perdagangan bebas, walaupun perdagangan bebas pun juga berdampak pada ketidakadilan ekonomi yang terjadi di dunia ini, karena bebas belum tentu adil, jadi yang diperlukan dunia adalahs sebenarnya keadilan ekonomi, ini bisa dilakukan dengan cara demokrasi ekonomi, karena setiap negara tidak mempunyai akses yang sama terhadap pasar dikarenakan status suatu negara dalam hal sosial dan politik sangat berpengaruh pada status ekonomi negara mereka, inilah mengapa diperlukan suatu demokrasi ekonomi yang juga diatur oleh hukum internasional.

F0087_Louvre_Gellee_port_au_soleil_couchant-_INV4715_rwk.jpg

Suasana Pelabuhan di Eropa era Kolonialisme.

Keruntuhan Sistem Bretton Woods

Sistem Bretton Woods bubar pada tahun 1976 setelah beberapa negara di Eropa mengalami kehancuran ekonomi sehingga tidak lagi bisa menjadi partner perdagangan Amerika Serikat, disamping itu resesi ekonomi dunia yang berlangsung besar-besaran pada periode waktu itu telah mendorong negara-negara di dunia untuk mengedepankan kepentingan nasionalnya masing-masing, ini membuat banyak negara-negara mengurus dirinya sendiri karena ingin menyelamatkan perekonomian nasional mereka terlebih dahulu.

The Fed adalah Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed tergiur mencipta dollar melebihi kapasitas emas yang dimiliki. Akibatnya, terjadi krisis kepercayaan masyarakat dunia terhadap dolar AS. Hal tersebut ditandai dengan peristiwa penukaran dollar secara besar-besaran oleh negara-negara Eropa. Adalah Prancis, pada masa pemerintahan Charles de Gaule, negara yang pertama kali menentang hegemoni dollar dengan menukaran sejumlah 150 juta dollar AS dengan emas. Tindakan Prancis ini kemudian diikuti oleh Spanyol yang menarik sejumlah 60 juta dollar AS dengan emas.

Praktis, cadangan emas di Fort Knox (Pangkalan Militer Angkatan Darat Amerika Serikat) berkurang secara drastis, maksud istilah ini merujuk pada keuangan Amerika Serikat. Ujungnya, secara sepihak, Amerika Serikat membatalkan Sistem Bretton Woods/Bretton Woods System melalui Dekret Presiden Nixon pada tanggal 15 Agustus 1971, yang isinya antara lain, USD tidak lagi dijamin dengan emas. ‘Istimewanya’, dollar tetap menjadi mata uang internasional untuk cadangan devisa negara-negara di dunia. Pada titik ini, berlakulah sistem baru yang disebut dengan floating exchange rate.

shutterstock_252700678-5bfc3a3d46e0fb005148ce67.jpg

Merkantilisme Inggris.

Penutup

Walaupun Sistem Ekonomi Bretton Woods sudah runtuh tetapi ekses-ekses dari Sistem Bretton Woods masih bisa dirasakan hingga sekarang, agenda besar Sistem Bretton Woods adalah liberalisasi, karena jelas bahwa sistem perekonomian dunia saat ini tidak terlepas dari pengaruh sistem ekonomi yang dibentuk pasca Perang Dunia II. Faktanya adalah walaupun Sistem Bretton Woods sudah runtuh tetapi institusi-institusi yang dibentuk pada saat Perjanjian Bretton Woods seperti International Monetary Fund, World Bank dan World Trade Organization masih eksis dan bahkan punya pengaruh yang sangat besar dalam sistem perekonomian dunia saat ini.

Ini menunjukkan bahwa ketidakadilan ekonomi yang disebabkan oleh sistem-sistem yang tidak adil masih berlanjut hingga sekarang, maka diperlukan suatu otoritas politik dunia yang sejati dan diatur oleh hukum agar dapat tercapai suatu keteraturan politis, yuridis dan ekonomis untuk mengatur ekonomi global supaya meningkatkan  dan memberikan arahan kepada kerjasama internasional bagi perkembangan semua bangsa dalam solidaritas, ini adalah elemen yang diperlukan bagi pembangunan demokrasi ekonomi.

 

 

 

Add Comment