Belut Listrik Yang Mengagumkan

Belut listrik atau Sidat listrik biasa ditemukan di Sungai Amazon dan Sungai Orinoko dan daerah-daerah sekitar aliran sungai Amerika Selatan. Sebenarnya mereka bukanlah belut, melainkan masih satu kerabat dekat dengan jenis ikan lele (catfish), sidat listrik termasuk anggota ordo Gymnotiformes, ikan ini bisa tumbuh hingga panjang 2,5 m dan berat bisa mencapai 21 kg, walaupun biasanya ukuran rata-rata adalah 1 meter.

Beberapa ratus spesies ikan dan binatang memiliki organ penghasil listrik, namun yang paling terkenal dan umum diketahui adalah Belut Listrik dan hanya sedikit yang dapat menghasilkan daya listrik yang kuat.

Belut listrik (Electrophorus electricus)

Belut listrik (Electrophorus electricus)

Belut listrik (Electrophorus electricus) sanggup memproduksi energi listrik ratusan volt yang dipakainya untuk melumpuhkan mangsanya. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa Belut Listrik menggunakan energi listriknya sebagai alat untuk menemukan mangsa dan memaksa mereka keluar dari tempat persembunyiannya.

Belut listrik memakai energi mereka seperti alat pengontrol yang efektif atas mangsanya. Gelombang listrik yang dialirkan di dalam air itu memaksa ikan atau mangsanya bergetar di tempat persembunyiannya, sehingga lokasi persembunyian mereka pun terdeteksi. Energi listrik yang cukup besar itu memicu kejang pada saraf pengontrol otot sehingga korbannya lumpuh.

Seekor belut listrik dewasa mampu melepaskan kejutan listrik hingga bertegangan 660 volt. Kematian manusia karena serangan belut listrik masih jarang terjadi, walaupun pernah dilaporkan terjadi. Yang harus diingat dan diwaspadai bahwa kekuatan kejutan seekor belut listrik yang 660 volt itu diyakini sanggup membuat seekor kuda mengalami gagal nafas dan gagal jantung apalagi manusia. Dari kasus-kasus yang pernah terjadi sebelumnya, korban pingsan dan akhirnya tewas tenggelam. Sebagai perbandingan, listrik yang terpasang di perumahan hanya bertegangan 220 volt saja sudah cukup berbahaya. Selain digunakan untuk pertahanan diri, kemampuan ini juga digunakan untuk menyerang mangsa dan juga sebagai media komunikasi antar belut listrik.

Mereka memiliki organ dengan sel penghasil listrik, electrocyte, yang berfungsi seperti baterai biologis. Ketika berburu mangsa, belut listrik secara teratur melepaskan dua gelombang kejut bertegangan tinggi dengan jeda sekitar 2 milidetik. Seluruh korban yang berada di tempat persembunyian dan terjangkau oleh gelombang kejut listrik itu akan bergetar karena sengatan listrik. Belut-belut listrik yang sangat sensitif terhadap pergerakan air mampu  mendeteksi perubahan yang terjadi akibat getaran tubuh mangsanya.

Setelah berhasil mendeteksi lokasi mangsanya, belut lalu mengirimkan satu gelombang kejut dengan voltase lebih tinggi dalam durasi yang lebih panjang. Efek dari gelombang itu membuat mangsanya lumpuh dan mudah ditangkap. Belut juga melepaskan gelombang energi listrik dengan voltase rendah yang berfungsi sebagai sistem radar dan navigasi ketika berenang di perairan keruh.

Organ penghasil listrik hewan ini yang terdiri dari 5000 sampai 6000 Electrocyte seperti baterei, susunan Electrocyte ini dapat menghasilkan litrik hingga 650 volt, termasuk terbesar diantara ratusan hewan lain yang juga mempunyai kemampuan menghasilkan listrik.

Kelebihan dari Sidat Listrik dapat menghasilkan kejutan intermiten tanpa lelah selama satu jam dan kemampuannya untuk mengontrol intensitas guncangan atau tegangan listrik mereka.

Ikan ini menghasilkan pancaran listrik dalam suatu alat khusus di ekornya. Listrik ini dipancarkan melalui ribuan pori-pori di punggung hewan ini dalam bentuk sinyal dan menciptakan medan listrik di sekitarnya. Benda apapun dalam medan ini membiaskannya, sehingga ikan ini mengetahui ukuran, daya alir dan gerak dari benda tersebut. Pada tubuh ikan ini, ada pengindera listrik yang dapat memantau medan ini seperti halnya radar.

Prinsip kerja piringan listrik ini mirip dengan cara kerja baterai. Ketika ikan beristirahat, otot-otot yang tidak berhubungan belum aktif. Namun jika menerima pesan dari saraf, akan segera bekerja secara serentak untuk mengeluarkan daya listrik. Pada saat itu, voltase semua piringan listrik atau elektrosit menyatu, sehingga mampu menghasilkan daya listrik yang besar

Bentuk tubuh Sidat Listrik yang unik, hampir 90 persen bagian tubuhnya berupa ekor. Di bagian ekor inilah terdapat sejenis baterai-baterai kecil berupa lempengan-lempengan kecil yang horizontal dan vertikal. Jumlahnya sangat banyak, lebih dari 5.000 buah.

Tegangan listrik tiap baterai kecil ini tidak besar, tetapi kalau semua baterai dihubungkan secara berderet, akan diperoleh tegangan listrik sekitar 660 volt.

Ujung ekor bertindak sebagai kutub positif baterai dan ujung kepala bertindak sebagai kutub negatif. Belut listrik dapat mengatur hubungan antara baterai kecil dalam tubuhnya itu untuk mendapat tegangan listrik kecil dan tegangan listrik besar.

Untuk navigasi, belut listrik hanya membutuhkan tegangan listrik yang kecil. Tetapi ketika berhadapan dengan musuh atau mangsanya, belut listrik akan memberikan tegangan semaksimal mungkin dalam sesaat untuk melumpuhkan mangsanya, bila mangsanya telah lumpuh maka ikan ini melalui kepala dan ekornya yang ditempelkan pada tubuh musuh atau mangsanya itu. Tegangan listrik yang tinggi ini akan dialirkan dan membunuh mangsanya. Namun hewan lain yang ada disekitarnya tidak terpengaru karena mereka tidak bersentuhan langsung dengan ekor dan kepala belut.

Sumber: wikipedia.org

Add Comment