Faktor-Faktor Utama Penyebab Perubahan Iklim

Faktor-Faktor Utama Penyebab Perubahan Iklim

Perubahan iklim/climate change atau global warming, adalah dua kata yang di era kita hidup sekarang menjadi dua kata yang sangat penting dan sangat banyak dibicarakan oleh dunia, mulai dari para elit, para intelektual, para ilmuwan, para agamawan/rohaniawan bahkan orang-orang biasa yang harus berjuang bertahan hidup sehari-sehari dalam segala kesulitannya. Iya benar, ini adalah pembahasan tentang perawatan rumah kita bersama, bumi adalah rumah kita bersama, rumah kita bersama bagaikan saudari yang hidup dengan kita, saudari kami Ibu Pertiwi yang menumbuhkan berbagai buah-buahan, sayuran, tanaman hijau untuk makanan manusia dan seluruh makhluk hidup beserta bunga warna-warni dan rerumputan yang indah untuk dinikmati semua makhluk hidup.

Tetapi rumah kita bersama ini sekarang sedang menjerit karena ulah kita, karena keserakahan kita, karena segala kerusakan yang kita timpakan kepadanya, kita sering merasa bahwa bumi ini milik kita dan kita berhak melakukan apa saja terhadapnya tanpa ada tanggung jawab merawatnya, kita sering berpikir bahwa kita adalah penguasanya yang berhak untuk menjarahnya hingga rumah kita bersama ini sekarang menjadi rusak dan memerlukan pertolongan segera untuk kita semua dan juga untuk generasi mendatang.

Ini adalah tanggung jawab moral kita bersama dari semua golongan dari semua kepercayaan dan dari semua pemangku jabatan kebijakan sosial, politik dan ekonomi. Karena permasalahan pemanasan global ini tidak bisa dipisahkan dari lingkungan sosial, politik dan ekonomi yang sangat mempengaruhi terjadinya perusakan rumah kita bersama ini tetapi juga sekaligus mempengaruhi perbaikan dan perlindungan lingkungan hidup rumah kita bersama ini.

Dalam artikel ini kita akan mencoba mengetahui secara singkat padat dan jelas apa saja penyebab terjadinya perubahan iklim karena ada hal-hal yang sebenarnya tidak kita duga dan jarang dipublikasikan kepada masyarakat umum penyebab kerusakan lingkungan hidup, semoga dengan artikel singkat ini kita bisa lebih cerdas dan kita bisa menggunakan kecerdasaan lebih yang diberikan kepada kita sebagai manusia untuk berbuat kebenaran dan kebaikan bagi rumah kita bersama dan segala makhluk hidup yang juga tinggal dan hidup di bumi.

AdobeStock_209217051.jpeg

Global warming, planet earth as melting ice cream under hot sun 3D illustration – Adobe

Bahan Bakar Fosil

Ada beberapa bentuk pencemaran yang dilakukan dan dialami orang setiap hari, salah satunya adalah bahan bakar fosil, ada juga polusi yang mempengaruhi semua orang dan semua makhluk hidup yang disebabkan oleh transportasi, asap industri, zat yang memberikan kontribusi pada pengasaman tanah dan air, pupuk, insektisida, fungisida, herbisida dan agrotoxins pada umumnya. Tetapi secara keseluruhan bahan bakar fosil adalah salah satu penyumbang terbesar kerusakan lingkungan hidup, pertama kita harus mengetahui dulu apa saja jenis-jenis bahan bakar fosil pada umumnya dan definisi bahan bakar fosil itu sendiri, bahan bakar fosil adalah sumber daya alam yang mengandung hidrokarbon seperti batu bara, minyak bumi dan gas alam.

Menurut penelitian World Health Organization (WHO) pada tahun 2008 bahan bakar fosil adalah penyumbang terbesar perubahan iklim/climate change seperti manufaktur, industri dan konstruksi total menyumbang perusakan lingkungan hidup sebesar 36 .6%. Bahan bakar fosil ini digunakan sebagai penggerak industri di seluruh dunia, bahan bakar fosil digunakan sebagai sebagai pengganti kincir angin, tenaga air dan juga pembakaran kayu, memang dengan menggunakan bahan fosil perkembangan industri maju begitu pesat, tetapi kemajuan industri yang begitu pesat itu menyebabkan masalah-masalah lain khususnya perusakan terhadap lingkungan hidup yang menyebabkan terjadinya perubahan iklim/climate change.

Kita harus cerdas dalam menyikapi permasalahan perubahan iklim dan dampaknya bagi manusia serta bagi semua mahkluk hidup yang tinggal dan hidup bersama di satu rumah yaitu bumi kita tercinta ini, kita tahu bahwa bahan bakar fosil adalah salah satu penyumbang terbesar dalam perusakan lingkungan hidup yang menyebabkan perubahan iklim, kita tahu kenapa bahwa kita harus mempunyai solusi agar industri tetap bisa berjalan tetapi dengan cara bertanggung jawab secara moral terhadap bumi kita.

Meninggalkan bahan bakar fosil sebagai penggerak utama industri memang tidak mudah dan membutuhkan biaya yang sangat mahal untuk menggantinya dengan teknologi yang lebih ramah lingkungan dan belum tentu juga teknologi baru tersebut juga akan memberikan jawaban terhadap masalah perubahan iklim, tetapi setidaknya penggunaan teknologi yang ramah lingkungan dan sudah terbukti secara ilmiah/scientific akan mengurangi dampak perusakan lingkungan hidup yang menyebabkan perubahan iklim.

Dengan mengetahui hal-hal apa saja yang menyebabkan perubahan iklim kita dituntut untuk melakukan sesuatu setidaknya dimulai dari diri kita sendiri dari kesadaran kita sendiri, keserakahan/greedy itu berawal dari diri sendiri dan keserakahan itu penyebab kita melakukan perusakan terhadap lingkungan hidup dan juga kekejaman terhadap makhluk hidup lainnya yang juga sebenarnya bagian dari lingkungan hidup kita, solusinya adalah kita harus mulai berpikir dan bertindak dengan cerdas untuk mencoba berperan serta menyelamtkan bumi kita ini dimulai dari lingkungan terkecil kita setidaknya dari dalam diri kita sendiri.

Tetapi bagi pemangku kekuasaan kebijakan sosial, politik dan ekonomi juga bisa turut berperan dengan membangun kesadaran yang berdimensi sosial untuk membuat langkah-langkah konkrit dan kebijakan-kebijakan yang pro-perlindungan lingkungan hidup seperti membuat aturan atau perundangan untuk menggantikan bahan bakar fosil dengan tekonologi yang lebih ramah lingkungan seperti energi surya/solar energy untuk listrik atau penerangan, kincir angin dan sebagainya untuk energi alternatif yang berkelanjutan dan apapun yang bisa menahan laju perubahan iklim atau bahkan menyembuhkan bumi rumah kita bersama ini.

AdobeStock_268548273.jpeg

There’s no Planet B, fossil fuels for industries climate change illustration – Adobe

Transportasi

Transportasi, ya transportasi adalah juga salah satu penyebab perusakan lingkungan hidup yang menyebabkan perubahan iklim secara global. Manusia memang sangat membutuhkan transportasi sebagai penggerak kegiatan sehari-sehari karena tanpa transportasi kehidupan ekonomi dan sosial tidak akan berjalan dengan semestinya, tetapi kita mengetahui pada jaman dahulu atau bahkan ribuan tahun lalu kegiatan ekonomi juga berjalan walaupun hanya mengandalkan transportasi yang tidak menggunakan bahan bakar fosil.

Tetapi karena perkembangan jaman dan kemajuan teknologi gaya hidup manusia pun berubah dengan menciptakan transportasi modern seperti mobil, sepeda motor, kereta api, bus, kapal laut berbahan bakar dan juga pesawat terbang yang semuanya menggunakan bahan bakar fosil jenis minyak bumi dan gas. Menurut World Health Organization (WHO) penelitian pada tahun 2008 sumbangan seluruh sektor transportasi terhadap emisi gas rumah kaca transportasi air, laut dan lain-lain sebesar 6.5% sementara sumbangan perusakan lingkungan hidup oleh transportasi darat sebesar 16.5% jadi total transportasi adalah penyumbang perubahan iklim/climate change sebesar 23%.

Tetapi kabar baiknya adalah manusia sudah menciptakan transportasi yang hemat bahan bakar dan bahkan transportasi yang menggunakan listrik sebagai penggeraknya dan juga sudah mulai banyak kesadaran dari masyarakat khususnya di negara-negara Barat seperti di Eropa yang sudah mulai membudayakan kembali secara masif penggunaan transportasi sepeda onthel untuk kegiatan sehari-hari. Penemuan teknologi baru memang belum bisa menjawab atau menjadi solusi untuk perlindungan lingkungan hidup terutama dari kerusakan yang disebabkan oleh sektor transportasi.

Tetapi setidaknya jika jenis-jenis transportasi yang hemat bahan bakar dan juga jenis transportasi yang menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan sebagai penggeraknya ini dikampanyekan dan digunakan secara masif melalui kebijakan politik baik kebijakan politik domestik ataupun kebijakan politik internasional yang diatur oleh hukum akan ada harapan yang lebih baik dalam peperangan melawan perubahan iklim atau setidaknya mengurangi ekses-ekses perubahan iklim tersebut yang semakin merusak bumi kita.

AdobeStock_248939256.jpeg

Carbon emissions caused by transportations illustration – Adobe

Peternakan dan Pertanian

Peternakan hewan adalah juga salah satu penyebab terbesar kerusakan lingkungan hidup yang menyebabkan perubahan iklim. Gas metana yang dikeluarkan hewan ternak menurut penelitian World Health Organization (WHO) pada tahun 2008 adalah sebesar 15.7%, ini adalah angka yang besar bagi sumbangan terhadap perusakan lingkungan hidup, banyak orang tidak mengetahui hal ini dikarenakan kurangnya edukasi dan kurangnya informasi yang disebabkan permasalahan hewan ternak ini jarang dipublikasikan kepada masyarakat umum.

Selama ini orang hanya berpikir bahwa yang menyebabkan pemanasan global adalah adalah hal-hal yang berhubungan dengan bahan bakar fosil saja seperti pembahasan di awal artikel ini, tetapi ternyata industri perternakan dan pertanian juga adalah salah satu penyumbang terbesar perusakan lingkungan hidup. Memang konsumsi daging sangat tinggi, kembali lagi ini tidak bisa dipisahkan dari sektor ekonomi dan kebiasaan dalam konsumsi daging, tidak mudah untuk beralih dari konsumsi daging dengan hanya makan makanan berbasis tumbuhan seperti sayur dan buah.

Kebiasaan manusia yang ingin segalanya enak adalah akar dari kebiasaan konsumsi daging. Pertama kita harus mengetahui apa saja yang masuk kategori daging, yang paling umum adalah sapi, babi, domba, kambing, ayam dan segala hewan mamalia masuk dalam kategori daging, ikan sebenarnya tidak masuk kategori daging oleh karena itu sebenarnya ikan adalah alternatif yang sehat untuk beralih dari konsumsi daging demi membantu mengurangi perusakan lingkungan hidup yang disebabkan oleh peternakan hewan. Jika menjadi vegetarian atau vegan dirasa terlalu berat yang sebenarnya justru itu adalah cara hidup yang sangat sehat tetapi manusia selalu mencari cara dan inovasi untuk memenuhi kebutuhannya dengan cara-cara lain yang lebih ramah lingkungan.

Kabar baiknya dengan teknologi, manusia sekarang sudah bisa mengkonsumsi daging tanpa harus membunuh dan menyiksa hewan-hewan yang tidak berdosa hanya untuk kenikmatan lidah saja, penemuan ini dinamakan dengan cultured meat/daging laboratorium yaitu ditumbuhkan dari sel hewan, tanpa menyembelih, tanpa rekayasa genetika, lebih sehat, dijamin tidak terkena penyakit hewani dan emisi karbon dari produksinya juga jauh lebih sedikit.

Penemuan teknologi ini adalah solusi terbaik di masa sekarang dan masa depan untuk perlindungan lingkungan hidup dari kerusakan yang disebabkan oleh sektor peternakan, penemuan teknologi ini juga bisa menghentikan kekejaman manusia terhadap makhluk hidup lainnya yang bernasib hanya untuk dibunuh demi kenikmatan lidah saja. Oleh karena itu ini adalah juga solusi bagi orang yang tidak sanggup menjadi vegetarian atau vegan tapi mempunyai kesadaran dalam dirinya untuk membantu perlindungan bumi kita beserta seluruh makhluk hidup yang tinggal dan hidup di bumi ini. Jika teknologi cultured meat/daging laboratorium ini dikampanyekan dengan masif dan dimanfaatkan dengan baik serta dijadikan budaya dalam hal konsumsi makanan manusia maka perlindungan dan perbaikan lingkungan hidup akan berpeluang lebih besar mencapai cita-citanya yaitu rumah kita bersama yang jauh lebih baik bagi kita, generasi mendatang dan juga bagi seluruh makhluk hidup.

AdobeStock_175085753.jpeg

Animals husbandry is causing a global warming – Adobe

Listrik dan Pemanas untuk Penggunaan Perumahan

Penggunaan listrik dan pemanas untuk rumah tangga juga ternyata berdampak besar terhadap perusakan lingkungan hidup, menurut penelitian yang dilakukan World Health Organization pada tahun 2008 produksi listrik dan panas untuk penggunaan perumahan adalah sebesar 11.3%. Ini adalah angka yang besar bagi sumbangan perusakan terhadap lingkungan hidup, ini dikarenakan gaya hidup banyak orang yang tidak hemat yang menyebabkan penggunaan listrik dan pemanas ataupun pendingin di rumah-rumah mereka menjadi sangat boros.

Belum lagi ditambah oleh limbah-limbah yang dihasilkan oleh rumah tangga dimana banyak di negara-negara berkembang pengelolaan limbah rumah tangga masih sangat buruk dan berdampak jangka pendek maupun jangka panjang bagi kerusakan lingkungan hidup. Solusinya adalah selain harus diperjuangkan melalui jalur kebijakan politik, sosial dan ekonomi seperti pembuatan kebijakan untuk penggunanaan energi surya/solar energy yang lebih ramah lingkungan secara masif perjuangan untuk menahan dan memperbaiki dampak kerusakan lingkungan hidup ini bisa dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Utamanya yang bersangkutan dengan budaya pemborosan/waste culture, harus mulai dikampanyekan untuk hidup hemat dan beralih pada gaya hidup baru yang sadar akan ekologis untuk menyelamatkan bumi dari kerusakan lebih lanjut yang disebabkan oleh dampak dari budaya pemborosan/waste culture pada masyarakat, terutama masyarakat ekonomi menenengah dan keatas.

AdobeStock_144079302.jpeg

Global warming caused by electricity or heat production for residential use – Adobe

Proses Industri

Proses industri, jadi tidak hanya bahan bakar fosil yang digunakan sebagai penggerak industri di seluruh dunia saja yang menyebabkan pemanasan global tetapi proses industri tersebut juga menyebabkan kerusakan lingkungan hidup, tentu saja proses industri ini berjalan setiap hari oleh karena itu proses industri juga penyumbang besar kerusakan pada lingkungan hidup. Contohnya adalah asap dari industri-industri tersebut menyebabkan peningkatan karbondioksida. Jadi sebenarnya proses industri ini bisa dimasukkan sebagai kategori perusakan lingkungan dalam hal polusi udara yang berdampak pada semua orang dan semua makhluk hidup yang tidak terlibat dalam industri tersebut, karena semua menghirup udara yang sama dan menghirup racun yang sama yang disebabkan oleh proses industri, khususnya di negara-negara industri yang maju ini menjadi masalah besar.

Republik Rakyat Tiongkok adalah negara yang paling besar penyebab polusi udara yang disebabkan oleh proses industri mereka dan ini berdampak pada seluruh dunia, kita tahu hampir semua produk kita adalah made in China, karena memang di Republik Rakyat Tiongkok adalah lokasi terbanyak industri-industri besar dunia membangun pabriknya dengan pekerja-pekerja bergaji murah. Ini tidak hanya menjadi permasalahan besar lingkungan hidup tetapi juga menjadi permasalahan sosial, politik dan ekonomi yang tidak bisa dipisahkan dari cita-cita dan perjuangan perlindungan lingkungan hidup.

AdobeStock_121769598.jpeg

Pollution background and power plant emitting polluted air with smokestacks and toxic garbage in an urban setting with blank text area as an environmental symbol with 3D illustration elements – Adobe

Penggundulan Hutan dan Sampah

Pemanasan global yang menyebabkan perubahan iklim sebagian besar juga disebabkan oleh penebangan hutan yang dampaknya membahayakan kehidupan hewan-hewan yang akhirnya menganggu keseimbangan alam. Contoh rusaknya keseimbangan alam adalah terjadinya hama ulat atau belalang ini dikarenakan tidak adanya burung-burung di udara karena burung-burung di udara sudah habis ditembak mati dengan senapan angin dan sebagainya oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab hanya karena hobi yang tidak bermoral, ini hanya salah satu contoh saja rusaknya keseimbangan alam yang juga menyebabkan kerusakan lingkungan hidup.

Begitu pula hutan yang berfungsi sebagai paru-paru dunia, berfungsi bagi pernafasan kita dan sebagainya, saat hutan tersebut ditebang untuk dijadikan lahan-lahan industri baru contohnya seperti pertanian dan peternakan bahkan pabrik-pabrik penghasil karbondioksida yang menyebabkan polusi udara maka fungsinya pun akan rusak dan menyebabkan ekses-ekses yang sangat membahayakan bagi kelangsungan hidup manusia itu sendiri dan juga makhluk hidup lainnya yang juga berfungsi sebagai penyeimbang alam.

Penebangan hutan secara masif menjadi masalah besar terutama di negara-negara berkembang yang sedang mengejar pertumbuhan ekonomi seperti Indonesia, pertumbuhan ekonomi dijadikan patokan sebagai keberhasilan suatu negara padahal tidak juga, karena pertumbuhan ekonomi yang pesat juga bisa menimbulkan masalah-masalah baru seperti konsumerisme yang tinggi yang adalah perwujudan dari keserakahan menjadi budaya tidak hemat/budaya pemborosan/waste culture yang akhirnya juga berpengaruh pada perusakan terhadap lingkungan hidup.

Budaya membuang dan budaya pemborosan/waste culture menjadi permasalah besar manusia modern di era sekarang ini, budaya ini menyebabkan perusakan lingkungan hidup dalam hal sampah dan pemborosan makanan yang masih layak makan, apa lagi di negara-negara berkembang seperti Indonesia yang management pengelolaan sampahnya masih sangat buruk dan tidak berkelanjutan, pengelolaan sampah di suatu negara menjadi sangat penting bagi perlindungan lingkungan yang berkelanjutan/sustainable karena sampah juga bisa dimanfaatkan untuk sumber daya energi yang berkelanjutan dan sebagian sampah juga bisa didaur ulang untuk penghematan produksi pembuatan beberapa barang kebutuhan manusia sehingga perlindungan lingkungan hidup untuk mencegah dan mengurangi dampak buruk dari perubahan iklim bisa dilakukan secara berkelanjutan.

AdobeStock_82067543.jpeg

Green concept as a leaf tree on top of mountain heap of garbage with roots as an environment or conservation icon for waste management or new healthy beginning – Adobe

Penutup

Karena pasar dalam upaya untuk menjual produknya cenderung membangkitkan konsumerisme yang tidak tertahankan, orang akhirnya terjebak dalam lingkaran pembelian dan pembelanjaan yang tidak perlu, ini yang diesbut dengan budaya membuang atau budaya pemborosan/waste culture yang menyebabkan banyak orang terbiasa dengan gaya hidup yang tidak hemat yang menyebabkan tumbuhnya mental serakah. Dorongan kuat mengkonsumsi mencerminkan paradigma tekno-ekonomi dalam kehidupan orang.

Paradigma itu membuat orang percaya bahwa mereka bebas selama mereka punya apa yang disebut dengan kebebasan mengkonsumsi, padahal sesungguhnya yang memegang kebebasan adalah minoritas penguasa ekonomi dan finansial. Kebebasan bukan berarti melakukan apa yang kita sukai, tetapi kebebasan adalah mempunyai hak untuk melakukan apa yang yang benar dan baik yang seharunya kita lakukan. Sumber dari kerusakan lingkungan hidup yang menyebabkan perubahan iklim ini adalah manusia itu sendiri, keserakahan/greedy adalah sumber utama yang menimbulkan ekses-ekses yang dibahas di artikel ini yaitu kerusakan bumi rumah kita bersama ini.

Perubahan gaya hidup adalah solusinya, perubahan gaya hidup bisa membawa tekanan yang sehat kepada mereka yang memegang kekuasaan politis, ekonomis dan sosial, inilah yang terjadi ketika gerakan-gerakan konsumen memboikot produk-produk tertentu, dengan demikian menjadi efektif dalam mengubah perilaku perusahaan-perusahaan yang pada akhirnya memaksanya untuk mempertimbangan dampak ekologis dan pola produksinya yang sebagian besar menyebabkan perubahan iklim dan rusaknya keseimbangan alam dan matinya makhluk hidup yang hidup di dalamnya.

Ketika sikap masyarakat berpengaruh terhadap pendapatan perusahaan-perusahaan tersebut, mereka ini dipaksa untuk mengubah pola produksinya, ini mengingatkan kita akan tanggung jawab  sosial para konsumen, yaitu kita semua, “membeli bukan hanya tindakan ekonomis tetapi selalu merupakan tindakan moral”. Ketika kita mampu mengatasi individualisme, suatu gaya hidup alternatif dapat benar-benar dikembangkan dan perubahan besar menjadi mungkin dalam masyarakat, khususnya dalam hal perlindungan lingkungan hidup yang berkelanjutan supaya menjadi budaya dalam gaya hidup baru manusia yang lebih benar dan baik dan membawa dampak bagi kebenaran dan kebaikan yang berdimensi sosial, karena manusia diberi tanggung jawab untuk melindungi dan menjaga bumi ini serta seluruh makhluk hidup yang juga tinggal dan hidup bersama dengan kita di planet yang sama ini. Planet bumi yang menjadi tanggung jawab kita bersama.

AdobeStock_229714190.jpeg

Diverse people with environmental conservation concept icons – Adobe

 

 

 

 

 

 

Add Comment