Apa Yang Dimaksud Dengan Spesies Invasif?

Kata invasif sering dikaitkan dengan perang. Karena invasi biasanya sering dilakukan oleh manusia dalam situasi perang, untuk mendapatkan sesuatu hal yang diinginkan. Dalam KBBI, kata invasif memiliki arti perbuatan memasuki wilayah negara lain dengan mengerahkan angkatan bersenjata dan dengan maksud menyerang atau menguasai negara tersebut. Tapi pernahkah kita berpikir jika invasi tidak hanya dilakukan oleh manusia?

Kita akan membahas tentang spesies, baik hewan maupun tumbuhan, yang telah menginvasi daerah tertentu sehingga mengganggu ekosistem aslinya.

Apa Itu Spesies Invasif?

Spesies invasif adalah sekelompok tumbuhan atau sekelompok hewan yang pada faktanya bukan organisme asli dari suatu daerah tertentu. Namun tidak semua spesies yang bukan berasal dari daerah tertentu merupakan spesies invasif. Misalnya mayoritas dari bahan makanan pokok yang tumbuh di Amerika seperti gandum, tomat, nasi yang bukan merupakan spesies asli wilayah tersebut.

Untuk dapat dikategorikan sebagai spesies invasif, spesies tersebut haruslah bersifat mudah beradaptasi, bisa dengan cepat bereproduksi dan dapat mengancam ekonomi, hewan dan tumbuhan endemik di daerah tersebut.

Penyebaran spesies ini bisa dilakukan secara sengaja oleh manusia atau tidak. Namun memiliki dampak yang signifikan dalam waktu yang relatif cepat.

Banyak dari spesies invasif yang masuk ke wilayah baru dengan tidak sengaja. Contohnya saat kerang zebra yang berasal dari Black Sea dan Laut Kaspia di Asia Tengah tiba secara tidak sengaja di Amerika Utara karena terbawa oleh kapal secara tidak sengaja. Kini kerang zebra mendominasi Great Lakes dan mengancam keberadaan spesies endemik di daerah tersebut.

Namun di beberapa kasus, ada spesies yang dibawa ke daerah baru dengan sengaja oleh manusia. Hal tersebut awalnya ditujukan untuk mengendalikan jumlah hama di wilayah tertentu. Namun ada juga yang berniat membawa spesies tersebut sebagai koleksi atau peliharaan. Orang-orang yang melakukan bisnis impor spesies tersebut tidak mengantisipasi konsekuensinya.

Spesies invasif lainnya dilahirkan dari hewan peliharaan yang kabur atau dilepaskan ke alam liar. Misalnya saja ular piton Burma yang dipelihara lalu dilepaskan ke alam liar di Everglades. Ular ini mampu tumbuh hingga 6 meter dan akhirnya memangsa spesies burung endemik di area tersebut.

Ciri-ciri Spesies Invasif

Salah satu hal utama yang dimiliki oleh invasif invasif adalah kemampuan adaptasi dan bertahan hidup yang sangat tinggi di lingkungan yang baru mereka tempati. Berikut adalah sifat-sifat yang biasanya dimiliki organisme ini.

  • Tumbuh dengan sangat cepat. Dengan kemampuan tumbuh yang cepat maka dalam waktu relatif singkat, suatu daerah bisa dengan mudah dikuasai, atau kalaupun tidak sepenuhnya maka organisme ini memiliki daya saing yang tinggi dengan pertumbuhan organisme asli.
  • Tingkat reproduksi tinggi. Dengan tingkat perkembangbiakan yang tinggi dan cepat maka jumlah dari spesies akan terus bertambah. Jumlah yang bertambah dengan cepat memiliki kecenderungan kekuatan akan tinggi dalam menyerang atau menekan organisme asli.
  • Memiliki kemampuan menyebar. Kemampuan menyebar yang cepat akan membuat organisme ini dengan mudah mengambil wilayah-wilayah yang ditempati organisme asli. Beberapa hewan bisa memangsa hewan asli dan menempati wilayahnya.
  • Memiliki kemampuan beradaptasi dengan keadaan lingkungan. Kemungkinan hidup lebih besar untuk menyebar dan menginvasi.

Contoh Spesies Invasif Dan Dampak Negatifnya

1. Kudzu

kudzu
Kudzu adalah spesies tanaman yang dapat merambat secara liar hingga merusak rumah

Dikenal juga dengan sebutan “mile-a-minute vine” artinya organisme ini dapat dengan cepat menyebar dan tumbuh dengan merambat. Kudzu sebenarnya adalah tumbuhan asli dari Jepang tapi di bawa ke Amerika pada tahun 1876 dengan tujuan untuk membantu erosi.

Tapi satu hal yang tidak disebutkan saat pemindahan Kudzu adalah tumbuhan ini dengan sangat cepat bisa menutupi apa saja di sekitarnya. Entah itu hutan atau cuma sebuah rumah. Penyebaran Kudzu akhirnya merugikan beberapa orang karena mengganggu ladang dan bahkan merusak rumah.

2. Nyamuk Aedes Aegypti (Asian Tiger Mosquito)

nyamuk
Nyamuk ini kini tersebar di seluruh dunia dan membahayakan kesehatan masyarakat

Nyamuk ini memiliki ciri tubuh belang-belang hitam dan putih. Nyamuk ini adalah hewan kecil asli daerah tropis Asia Tenggara. Beberapa ilmuwan percaya jika nyamuk ini menyebar dengan cepat dalam dua dekade ke 28 negara di seluruh dunia. Nyamuk ini menyebar dari penjualan ban yang di dalamnya terdapat air tempat larva nyamuk hidup.

Nyamuk ini dapat menyebar dengan cepat karena kemampuan adaptasinya yang cepat terhadap lingkungan. Dan selama ada manusia yang bisa dihisap darahnya maka nyamuk bisa hidup. Nyamuk ini dapat menyebabkan kerugian karena menyebarkan penyakit seperti demam berdarah dengue.

3. Ikan Louhan di Danau Matano dan Malili

ikan louhan
Ikan ini berbahaya bagi telur dan larva hewan endemik hingga dapat membuat mereka punah

Di Indonesia, tepatnya di Sulawesi ada sebuah danau yang sedang mengalami invasi dari ikan yang ditempatkan oleh manusia. Sejenis ikan hias Louhan. Kenapa ikan ini menjadi organisme penginvasi? Karena Louhan menyebar dengan sangat cepat, bahkan di beberapa titik pada danau yang diambil sampelnya terdapat banyak ikan Louhan.

Ikan ini memakan organisme endemik yang hanya ada di danau Matano dan Malili. Selain itu ikan Louhan juga terlihat memakan telur ikan endemik. Dikhawatirkan keberadaan ikan dan hewan lokal danau yang endemik akan punah karena persebaran ikan Louhan yang cepat.

Langkah Perbaikan Yang Dapat Kita Lakukan

Pemerintah sudah mengeluarkan berbagai upaya untuk memberantas spesies invasif. Dan terkadang juga menggunakan spesies baru lainnya untuk membantu mengendalikan jumlah spesies invasif.

Misalnya di Australia, kaktus pear yang merupakan tumbuhan asli Amerika, tumbuh secara tidak terkendali hingga merusak tempat tumbuh hewan ternak. Pemerintah Australia lalu membawa cactus moth caterpillars ke daerah tersebut untuk memangsa dan mengendalikan kaktus pear liar.

Namun cara ini bisa jadi tidak sesuai rencana dan malah menambahkan masalah pada area tersebut. Terkadang spesies predator pengendali spesies invasif tersebut dapat berubah menjadi spesies invasif juga dan memangsa spesies endemik sekitar.

Bahan kimia juga telah dicoba untuk mengendalikan spesies invasif. Namun cara ini juga memiliki resiko melukai spesies asli di wilayah tersebut.

Untuk itu, kita harus berhati-hati dan tidak boleh sembarangan dalam memberantas spesies invasif di wilayah tertentu.

Lembaga konservasi alam telah membuat daftar upaya yang dapat kita lakukan untuk memberantas spesies invasif, yaitu:

  • Pastikan tanaman yang kamu beli bukan merupakan salah satu jenis tanaman invasif
  • Saat menggunakan kapal, pastikan membersihkan badan kapal sebelum memasuki perairan wilayah lain
  • Bersihkan sepatumu saat mendaki ke tempat baru
  • Jangan bawa pulang segala spesies yang kamu temukan di tempat baru
  • Jangan lepaskan hewan peliharaan ke alam liar
  • Jadilah relawan di lembaga alam untuk membantu memberantas spesies invasif di sekitar daerahmu

Apakah informasi di atas memberikan pengetahuan yang berguna untuk kamu? Tinggalkan pertanyaan dan pesanmu di kolom komentar, serta jangan lupa untuk membagikan tulisan ini kepada teman-temanmu, ya!

No Responses

Add Comment