Gas Alam: Fakta, Kelebihan dan Kekurangannya

Gas alam atau Gas Bumi juga disebut gas Rawa, merupakan bahan bakar fosil berbentuk gas dengan kandunga utama adalah metana (CH4), ditemukan di ladang minyak, ladang gas Bumi dan juga tambang batu bara. Gas Alam adalah bahan bakar fosil yang berasal dari sisa-sisa tanaman, hewan dan mikroorganisme, yang tersimpan dalam bumi selama berjuta-juta tahun.

Gas Alam berperan penting sebagai sumber energi bahan bakar untuk pembangkit listrik, bahan bakar industri ringan, menengah dan berat, bahan bakar kendaraan bermotor dalam bentuk BBG/NGV, sebagai gas LPG untuk kebutuhan rumah tangga hotel, restoran dan sebagainya dan sebagai bahan baku, antara lain bahan baku pabrik pupuk, petrokimia, metanol, bahan baku plastik, CO2-nya untuk soft drink, dry ice untuk pengawet makanan, hujan buatan, industri besi tuang, pengelasan dan bahan pemadam api ringan. Dibanding dengan sumber energi fosil lainnya gas Bumi merupakan sumber energi paling ramah lingkungan.

Komponen utama dalam gas Bumi adalah metana 80%, etana 7%, propana 6%, butana 4%, isobotana, pentana dan juga mengandung helium, nitrogen, karbon dioksida, dan karbon-karbon lainnya.

Gas alam yang telah diproses itu sebenarnya tidak berbahaya, akan tetapi gas alam tanpa proses dapat mengganggu pernapasan karena ia dapat mengurangi kandungan oksigen di udara pada level yang membahayakan.

Gas alam yang telah diproses bersifat tidak berasa dan tidak berbau. Akan tetapi, sebelum gas tersebut dijual dan didistribusikan ke konsumen akhir, gas tersebut diberi bau dengan menambahkan Tiol, agar dapat terdeteksi bila terjadi kebocoran gas, karena gas Alam dapat berbahaya karena sifatnya yang sangat mudah terbakar dan menimbulkan ledakan. Gas alam lebih ringan dari udara, sehingga cenderung mudah tersebar di atmosfer. Akan tetapi bila ia berada dalam ruang tertutup, seperti dalam rumah, konsentrasi gas dapat mencapai titik campuran yang mudah meledak, yang jika tersulut api, dapat menyebabkan ledakan yang dapat menghancurkan bangunan.

Transportasi gas alam biasanya meliputi:

  • Transportasi melalui saluran pipa.
  • Transportasi dalam tabung-tabung kecil (LPG) untuk kebutuhan rumah tangga dan industri kecil, menengah.
  • Transportasi dalam bentuk Liquefied Natural Gas (LNG) dengan kapal tanker LNG untuk pengangkutan jarak jauh.
  • Transportasi dalam bentuk Compressed Natural Gas (CNG), baik di daratan dengan road tanker maupun dengan kapal tanker CNG di laut, untuk jarak dekat dan menengah (antar pulau).

Gas bumi sebagai sumber energi dan sumber bahan baku memiliki peran penting di Indonesia saat ini dan masa mendatang. Potensi gas bumi yang dimiliki Indonesia berdasarkan status tahun 2008 mencapai 170 TSCF dan produksi per tahun mencapai 2,87 TSCF, dengan komposisi tersebut Indonesia memiliki reserve to production (R/P) mencapai 59 tahun. Gas bumi masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan, untuk itu maka pemerintah dalam rangka mendukung perencanaan pasokan gas untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri melakukan kajian dan menetapkan Neraca Gas Bumi Indonesia 2010-2025 dan menetapkan Rencana Induk Jaringan Transmisi dan Distribusi Gas Bumi Nasional serta memprioritaskan pemanfaatan melalui Kebijakan Penetapan Alokasi dan Pemanfaatan Gas Bumi dalam Negeri. Terkait dengan pemanfaatan gas bumi untuk domestik, pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Menteri ESDM No.03 Tahun 2010 tentang Alokasi dan Pemanfaatan Gas Bumi Untuk Kebutuhan Dalam Negeri. Menteri ESDM menetapkan alokasi gas bumi untuk ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan gas bumi untuk kebutuhan dalam negeri secara optimal dengan mempertimbangkan ketersediaan infrstruktur dan keekonomian pengembangan lapangan gas bumi. (data: esdm.go.id)

Indonesia memiki cadangan gas alam yang cukup besar, berkontribusi 1,5% dari total cadangan gas dunia . Saat ini Indonesia memiliki cadangan gas terbesar ketiga di wilayah Asia Pasifik setelah Australia dan Republik Rakyat Tiongkok (BP Statistical Review of World Energy 2015).

Gas Alam Dunia

Gas Alam Dunia

Beberapa pusat produksi gas Indonesia berlokasi di lepas pantai. 4 terbesar di antaranya adalah:

  1. Arun, Aceh (Sumatra)
  2. Bontang (Kalimantan Timur)
  3. Tangguh (Papua)
  4. Pulau Natuna

Negara produsen gas alam terbesar di dunia data tahun 2015, dalam milyar m³

  1. Amerika Serikat 767.3
  2. Rusia   573.3
  3. Iran   192.5
  4. Qatar   181.4
  5. Kanada   163.5
  6. China   138.0
  7. Norwegia   117.2
  8. Saudi Arabia   106.4
  9. Algeria    83.0
  10. Indonesia 75.0

Negara Konsumsi Gas Alam terbesar data tahun 2015, dalam milyar m³

  1. Amerika Serikat 778.0
  2. Rusia   391.5
  3. China   197.3
  4. Iran   191.2
  5. Jepang   113.4
  6. Saudi Arabia   106.4
  7. Kanada   102.5
  8. Meksiko    83.2
  9. German    74.6
  10. Indonesia 39.7

Dalam penyimpanan skala besar, gas Bumi dilakukan dengan “Natural Gas Underground Storage”, yakni suatu ruangan raksasa di bawah tanah yang lazim disebut sebagai “salt dome” yakni kubah-kubah di bawah tanah sebagai waduk penampungan yang merupakan bekas sumber-sumber gas alam yang telah habis. Hal ini sangat efisien untuk negara 4 musim. Pada musim panas saat pemakaian gas untuk pemanas jauh berkurang, gas alam diinjeksikan melalui kompresor-kompresor gas kedalam kubah di dalam tanah tersebut dan pada musim dingin, di mana terjadi kebutuhan yang sangat banyak, gas Bumi yang disimpan di dalam kubah bawah tanah dikeluarkan untuk disalurkan kepada konsumen yang membutuhkan. Hal ini sangat membantu penyedia gas alam yang cukup untuk menjaga stabilitas operasional pasokan gas alam melalui jaringan pipa gas alam.

Referensi: World Energy , id.wikipedia

Add Comment