Kapan Saja Kita Bisa Melihat Hujan Meteor Sepanjang Tahun

Di tempat yang gelap tanpa ada polusi cahaya seperti halnya di pedesaan dan bila cuaca cerah, maka kita dapat melihat bintang-bintang di langit dengan sangat jelas. Nah, jika beruntung kita bisa juga melihat bintang jatuh atau meteor yang membuat guratan cahaya putih di langit. Tahukah kamu kalau sebenarnya meteor adalah partikel yang sangat kecil, bahkan seringkali hanya sebesar biji kacang. Yang membuatnya bercahaya adalah karena partikel ini memiliki kecepatan tinggi, sekitar 35-70 km per detik. Gesekan dengan atmosfer membuat suhu partikel meningkat dan akhirnya seperti bercahaya. Meteor terjadi setiap saat di langit, entah sendiri atau sporadik bersama-sama membentuk sebuah hujan meteor.

Sepanjang tahun terjadi beberapa kali hujan meteor di langit. Biasanya puncak dari hujan meteor terjadi mulai dini hari hingga menjelang pagi sebelum matahari terbit. Jika ingin melihat, maka carilah tempat yang minim cahaya, misalnya tanah lapang atau pegunungan yang jauh dari pemukiman. Berikut adalah rangkuman dari hujan meteor yang terjadi sepanjang tahun:

Hujan Meteor Quadrantids (Minggu ke-1 Januari)

Hujan meteor ini terjadi dari debu-debu komet yang sudah musnah dengan nama 2003 EH1 yang pertama kali ditemukan tahun 2003. Pada puncaknya, dalam satu jam akan terdapat sekitar 40 meteor dan akan terlihat jelas saat lewat tengah malam. Tahun 2015 diprediksi puncak dari hujan meteor quadrantids jatuh pada tanggal 4 Januari. Hujan meteor dapat terlihat di seluruh penjuru langit.

 hujan meteor quadrantids

Hujan Meteor Quadrantids

Hujan Meteor Lyrids (Minggu ke-3-4 April)

Hujan meteor ini terjadi dari debu-debu sisa dari komet C/1861 G1 Thatcher yang pertama kali ditemukan pada tahun 1861. Puncak hujan meteor lyrids tahun ini diprediksi akan datang pada tanggal 22 April 2015 dengan 20 meteor per jam pada saat jam-jam terbaiknya. Meteor ini terkadang menghasilkan bekas goresan cahaya di langit dalam beberapa detik. Waktu terbaik melihatnya adalah setelah tengah malam dan terletak di dekat rasi bintang Lyra.

Hujan Meteor Eta Aquarids (Minggu ke-4 April hingga Minggu ke-1 Mei)

Hujan meteor ini diproduksi dari debu-debu sisa komet Halley. Pada puncaknya, dalam satu jam akan terdapat sekitar 60 hujan meteor. Hujan meteor Eta Aquarids akan lebih banyak terjadi dan terlihat pada belahan bumi bagian selatan  daripada belahan bumi bagian utara. Tahun 2015, puncak dari hujan meteor ini berlangsung pada tanggal 5-6 Mei. Meteor-meteor ini terletak di sekitar rasi bintang Aquarius.

Hujan Meteor Eta Aquarids

Hujan Meteor Eta Aquarids

Hujan Meteor Delta Aquarids (Minggu ke-3 Juli hingga Minggu Ke-3 Agustus)

Terbentuk dari sisa komet Marsden dan Kracht dengan 20 meteor per jam saat puncaknya yang tahun ini datang pada tanggal 28-29 Juli 2015. Cahaya terang akan sedikit membuat hujan meteor tak tampak, tapi jika kita sedikit sabar kita akan dapat melihat beberapa jatuhan meteor yang bagus. Hujan meteor ini paling baik dilihat dari belahan bumi selatan dengan posisi berdekatan rasi bintang Aquarius.

Hujan Meteor Perseids (Minggu ke-3 Juli hingga Minggu Ke-3 Agustus)

Hujan meteor perseids adalah salah satu hujan meteor yang paling bagus untuk diamati. Menghasilkan sampai 60 meteor per jam saat puncaknya. Hujan meteor ini terjadi dari debu sisa komet Swift-Tuttle yang perama kali ditemukan tahun 1862. Puncak hujan meteor perseids tahun ini jatuh pada tanggal 12-13 Agustus 2015. Karena hanya akan terjadi bulan sabit, maka kita bersiap untuk melihat pertunjukan menakjubkan dari hujan meteor yang terletak di sekitar rasi bintang Perseus. Seluruh belahan bumi akan dapat menyaksikan hujan metero Perseids dengan baik.

Hujan Meteor Perseids

Hujan Meteor Perseids

Hujan Meteor Draconids (Minggu ke-2 Oktober)

Hujan meteor ini hanya memproduksi sekitar 10 meteor dalam sejam dan berasal dari debu komet 21P Giacobini-Zinner yang pertama kali ditemukan pada tahun 1900. Hujan komet ini biasanya terlihat dengan baik saat menjelang malam dan jelang pagi. Tahun ini puncaknya terjadi pada malam tanggal 8 Oktober dan terletak di sekitar rasi bintang Draco.

Hujan Meteor Orionids (Oktober-November)

Hujan meteor Orionids memproduksi 20 meteor saat puncaknya yang tahun ini jatuh pada tanggal 21-22 Oktober 2015. Komet ini juga berasal dari gugusan debu sisa komet Halley yang sudah diamati sejak zaman kuno. Baik dilihat setelah tengah malam di dekat rasi bintang Orion walaupun dapat terlihat hampir di seluruh permukaan langit.

Hujan meteor Orionids

Hujan Meteor Orionids

Hujan Meteor Taurids (September-Desember)

Sama seperti Hujan meteor Draconoids, hujan meteor Taurid juga hujan meteor kecil dengan hanya menghasilkan 5-10 meteor per jam saat puncaknya yang tahun ini jatuh pada tanggal 5-6 November 2015. Komet ini berasal dari sisa debu komet Asteroid 2004 TG10 dan 2P Encke. Lokasi dari hujan meteor ini terletak di sekitar rasi bintang Taurus.

Hujan Meteor Leonids (November)

Berbeda dengan hujan meteor yang lain, hujan meteor Leonid memiliki siklus 33 tahunan dengan puncaknya dapat menghasilkan hingga ratusan meteor per jam. Setiap tahun biasanya hujan meteor leonids hanya menghasilkan 15 meteor per jam. Meteor-meteor ini dihasilkan dari sisa butiran debu komey Tempel-Tuttle yang ditemukan pada tahun 1865. Tahun ini puncak dari hujan meteor ini datang pada tanggal 17-18 November 2015. Dan saat terbaik melihatnya adalah saat lewat tengah malam di sekitar rasi bintang Leo.

Hujan Meteor Geminids (Minggu ke-2-3 Desember)

Hujan meteor geminids adalah yang terbaik dari semua hujan meteor yang terjadi sepanjang tahun. Dalam sejam dapat menghasilkan 120 meteor dengan beragam warna saat puncaknya. Hujan meteor ini terjadi dari sisa komet 3200 Phaethon Yang ditemukan tahun 1982. Tahun ini puncak dari hujan meteor Geminids terjadi pada tanggal 13-14 Desember 2015 dengan waktu terbaik melihatnya setelah lepas tengah malam di setiar rasi bintang Gemini.

Hujan Meteor Geminids

Hujan Meteor Geminids

Rasi Bintang Ursids (Minggu ke-3-4 Desember)

Hujan meteor kecil dengan hanya menghasilkan sekitar 10 meteor per jam saat puncaknya yang tahun ini terjadi pada tanggal 22 Desember 2015 tengah malam. Hujan meteor ini terjadi dari sisa debu komey Tuttle yang ditemukan tahun 1790. Letak dari hujan meteor ini terjadi di sekitar rasi bintang Ursa Minor.

Add Comment