Pencemaran Laut Yang Memprihatinkan

Pencemaran Laut yang semakin memprihatinkan bagi Indonesia yang selama ini dikenal sebagai negara maritim dengan beribu-ribu pulau dari Sabang sampai Marauke, nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut yang ulung dalam mengarungi lautan.

Keindahan laut Indonesia yang begitu mengagumkan dengan segala hayati baik, jenis-jenis ikan, hewan laut dan taman laut yang begitu indah dan termasuk yang terbaik di dunia.

Indonesia termasuk satu negara penghasil ikan yang besar, baik untuk kebutuhan komsumsi dalam negeri maupun untuk eksport.

Pencemaran laut:

Dari sebuah studi yang dilakukan oleh para ahli lingkungan hidup dari Universitas Georgia , banyak sampah, terutama plastik terdapat di lautan.

Pencemaran laut, sampah plastik

Pencemaran laut, sampah plastik

Dari 129 negara berpantai yang di teliti, menempatkan Indonesia sebagai negara kedua terbanyak membuang sampah ke laut yang mencapai 1,29 juta ton per tahun, dibawah posisi pertama yang tempati oleh Tiongkok dengan volume sampah mencapai 3,53 juta ton per tahun.

Daftar 20 negara berpantai pembuang sampah plastik di lautan, Indonesia jauh mengalahkan negara India yang memiliki penduduk lebih banyak. bandingkan penduduk Indonesia yang sekitar 255 juta (2015) menghasilkan 1,29 juta metrik ton sampah plastik. Sedangkan India dengan penduduk yang jauh lebih besar, sekitar 1,2 miliar, hanya didapati menyumbang 0,24 juta metrik ton sampah plastik per tahun. Demikian dengan Brazil yang jumlah penduduknya berselisih sedikit, sekitar 205 juta. Namun Brazil hanya menyumbang 0,19 juta metrik ton sampah plastik per tahun. Brazil berada di  peringkat ke-16, berselisih jauh dengan peringkat Indonesia.

Menarik untuk dicermati, bahwa negara industri terbesar dunia seperti Amerika Serikat dalam peringkat ini hanya menempati peringkat ke-20. India, negara berpopulasi kedua terbesar di dunia juga berada di luar peringkat sepuluh besar. Padahal kedua negara ini pun sama-sama memiliki wilayah yang langsung berbatasan dengan laut. Sedang Amerika Serikat memiliki banyak kota besar di pesisir Pasifik maupun Atlantiknya.

Negara Tiongkok, Indonesia dan Filipina, belum mampu mengelola sampahnya secara efektif, dibandingkan dengan negara maju yang memiliki kemampuan untuk mencegah sampah plastik untuk memasuki laut, yaitu lewat pengelolaan sampah yang baik didarat memberi efek berkurangnya sampah yang ke laut.

Peringkat 20 negara-negara pembuang sampah plastik di lautan.  Dalam juta metrik ton sampah plastik per tahun.

  1. China dengan 3,53
  2. Indonesia (1,29)
  3. Filipina (0,75)
  4. Vietnam (0,73)
  5. Sri Lanka (0,64)
  6. Thailand (0,41)
  7. Mesir (0,39)
  8. Malaysia (0,37)
  9. Nigeria (0,34)
  10. Bangladesh (0,31)
  11. Afrika Selatan (0,25)
  12. India (0,24)
  13. Algeria (0,21)
  14. Turki (0,19)
  15. Pakistan (0,19)
  16. Brazil (0,19)
  17. Myanmar (0,18)
  18. Maroko (0,12)
  19. Korea Utara (0,12)
  20. Amerika Serikat (0,11)

Hal ini perlu mendapat perhatian serius bagi Indonesia yang termasuk Negara kepulauan terbesar di dunia dan kekayaan alam laut yang melimpah.

Indonesia mempunyai catatan buruk mengenai polutan sungai. Sungai Citarum pada tahun 2013 dinobatkan oleh Blacksmith Institute, sebuah lembaga non-profit bidang lingkungan di New York, sebagai sungai paling tercemar di dunia. Sungai Citarum, panjangnya sekitar 300 kilometer yang diawali dari lereng Gunung Wayang di tenggara Kota Bandung, yang melewati kawasan pertanian, perikanan, pemukiman, kawasan industri, dan berakhir di Muara Bendera dan terus menuju Laut Utara Jawa. Sungai ini tercemar berat limbah industri tekstil yang tidak memiliki fasilitas IPAL (instalasi pengolahan air limbah)

Sungai lain yang tercemar berat adalah Ciliwung. Sungai ini memiliki panjang 120 kilometer yang berhulu di Gunung Gede, Kabupaten Cianjur melewati kawasan pemukiman, kawasan pabrik, melewati 3 kota besar yaitu Bogor, Depok, dan Jakarta, yang akhirnya bermuara  di Teluk Jakarta.

Berdasarkan perhitungan SNI terdapat sekitar 1.733 ton sampah per hari yang dihasilkan kedua sungai tersebut yang mengalir sampai ke laut atau berarti terdapat setidaknya 632.545 ton sampah setiap tahunnya yang masuk ke laut.

Menurut data KLH tahun 2013, maka terdapat 75 persen dari 57 sungai besar yang ada di Indonesia yang dikategorikan tercemar berat, 60 persen penyebabnya berasal dari limbah rumah tangga.

Menjaring sampah sungai foto-Anton Muhajir

Menjaring sampah sungai foto-Anton Muhajir

Tingkat pencemaran sungai dari limbah rumah tangga tidak lepas dari kebiasaan masyarakat yang sering membuang sampah ke sungai, sampah-sampah ini yang akhirnya terbawa arus sampai ke laut. Semua ini dari sikap mental sebagian masyarakat yang menganggap sungai merupakan tempat sampah yang dapat digunakan sebagai tempat pembuangan sampah umum. Masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai dan kali, tampaknya telah kehilangan kepekaan untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan sungai.

Pencemaran laut yang semakin parah dapat mengganggu Biota Laut (semua makhluk hidup yang ada di laut baik hewan maupun tumbuhan atau karang), sekarang ada beberapa pantai sudah berkurang populasi ikannya atau ikan-ikan yang ada sudah tidak layak lagi untuk komsumsi karena mengandung zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan.

Masyarakat memegang peranan terbesar dalam mengatasi pencemaran yang terjadi, semakin kita sadar, peduli dan mau menjaga kebersihan lingkungan maka pencemaran laut juga tidak terjadi.

Jadikan kebersihan sebagai budaya bangsa, seperti pepatah “Kebersihan Sebagian Dari Iman”

Sampah-sampah plastik yang terbanyak ditemukan adalah, Bekas botol minuman kemasan, plastik bungkus makanan atau permen, tas-tas plastik kresek dan lain-lainnya.

Referensi: id.wikipedia.org, soulofjakarta.com, mongabay.co.id.

Add Comment