Fakta Unik Reptil: Hewan Vertebrata Berdarah Dingin

Reptil merupakan kelompok hewan vertebrata dengan ciri fisik yaitu memiliki kulit bersisik atau bercangkang, beberapa hewan bahkan memiliki keduanya.

Tidak seperti jenis hewan lain seperti burung dan mamalia, reptil merupakan hewan berdarah dingin yang secara konstan tidak menjaga temperatur dalam tubuhnya. Tanpa bulu atau rambut yang dapat berfungsi sebagai insulasi, mereka tidak dapat menjaga suhu hangat saat cuaca dingin. Dan karena mereka juga tidak memiliki kelenjar keringat, mereka pun tidak dapat mendinginkan badan mereka saat cuaca panas. Saat terjadi peningkatan atau penurunan temperatur secara drastis, hewan reptil hanya akan mencoba bergerak ke arah tempat yang lebih teduh atau hangat.

Mereka memiliki metabolisme yang lambat dan cenderung lebih menyukai tempat hangat. Saat musim dingin, mereka akan berhibernasi. Hewan reptil juga mengandalkan temperatur untuk bereproduksi. Kebanyakan dari hewan reptil juga merupakan Ovipar atau bertelur dan sebagian kecil Ovovivipar (bertelur dan menetas dalam dalam tubuh kemudian dilahirkan) seperti pada ular dan sebagian kadal. Ular boa dan piton merupakan satu-satunya hewan reptil yang melahirkan. Spesies reptil lainnya bereproduksi dengan bertelur. Telur tersebut lantas akan menetas setelah beberapa hari atau bulan setelahnya. Temperatur tanah memegang peranan penting dalam masa-masa tersebut karena ia akan menentukan jenis kelamin hewan tersebut.

Reptilia juga termasuk hewan Tetrapoda atau hewan berkaki empat walaupun tidak semuanya. Hewan reptil sendiri tercatat telah ada sejak 315 juta tahun yang lalu dan juga merupakan hewan yang mendominasi dunia saat periode Mesozoikum. Periode tersebut hanya bertahan selama 270 juta tahun hingga akhirnya mencapai kepunahan dinosaurus.

Kelompok hewan reptil yang kini masih hidup adalah kura-kura (ordo Testudinata), tuatara (ordo Rhynchocephalia [Sphenodontia]), kadal dan ular (ordo Squamata), dan buaya (ordo Crocodilia). Secara keseluruhan, terdapat sekitar 8.700 spesies reptil yang masih hidup di dunia.

Hewan reptil yang telah punah bahkan memiliki spesies yang lebih beragam lagi mulai dari plesiosaurus laut, pliosaurus, dan ichthyosaurus. Secara taksonomi, reptilia dan synapsida (kelompok mamalia yang serupa dengan hewan reptil) merupakan kelompok yang masih bersaudara dan memiliki nenek moyang yang sama. Selama jutaan tahun lamanya, beberapa spesies dari kedua kelompok ini memiliki kemiripan dari segala aspek. Namun seiring perubahan zaman, gaya hidup mereka pun berubah dan dari garis keturunan synapsid munculah hewan mamalia yang memiliki rambut, berdarah hangat (endothermic), serta memiliki kelenjar susu.

Semua spesies burung dan beberapa jenis reptil yang telah punah seperti dinosaurus juga berevolusi hingga memiliki fisiologi endothermic. Namun, mayoritas dari reptil yang kini hidup memiliki fisiologi ectothermic (berdarah dingin).

Banyak dari spesies reptil memiliki sisik epidermal yang berguna melindungi tubuh mereka dari kekeringan dan juga dapat melakukan regenerasi ketika terjadi kerusakan. Sisik ini terbuat dari salah satu jenis keratin yaitu beta keratine. Keratin merupakan komponen utama pembentuk sisik hewan reptil. Sisik dan interscalar yang dimiliki juga mengandung alpha keratin.

Ukuran sisik yang dimiliki hewan reptil beragam. Mulai dari yang berukuran mikroskopik seperti yang dimiliki dwarf gecko (Sphaerodactylus), hingga yang berukuran relatif besar seperti sisik yang dimiliki kadal dan ular. Ukuran paling besar berada pada sisik yang menutupi cangkang kura-kura dan juga sisik buaya.

Habitat Hewan Reptil

Reptil merupakan jenis hewan yang mayoritas berada di daerah tropis dan kebanyakan dari mereka berada di antara garis lintang 30° utara dan garis bujur 30° selatan. Meskipun ada beberapa hewan yang hidup berdekatan dengan lingkar arktik, yaitu ular viper eropa (Vipera berus) dan Kadal vivipar (Lacerta vivipara/Zootoca vivipara).

Spesies reptil seperti ular, kadal, dan kura-kura juga tinggal di wilayah dingin, dan karenanya gaya hidup mereka telah berevolusi agar mampu bertahan dan bereproduksi hanya dengan beraktivitas selama kurang lebih tiga bulan setiap tahunnya.

Banyak dari hewan reptil, khususnya spesies kadal, yang memiliki temperatur tubuh favorit. Mereka hanya akan beraktivitas jika temperatur tubuh mereka berada di atas 28 °C dan akan berada di bawah cahaya matahari demi mendapatkan temperatur tinggi tersebut.

Habitat hidup hewan reptil sangatlah beragam, mulai dari pegunungan hingga laut. Ular perut kuning (Pelamis platurus) memiliki habitat di sekitar laut. Ia makan dan bereproduksi jauh dari garis pantai sementara jenis ular laut lain tinggal di daerah pesisir pantai. Penyu juga salah satu hewan reptil lain yang beraktivitas di daerah laut dan kebanyakan dari spesiesnya memiliki fase pelagic yang dialami dari saat mereka menetas hingga menjadi penyu kecil.

Banyak dari spesies ular, buaya dan kadal yang merupakan hewan akuatik dan memiliki habitat di daerah sungai atau danau. Sementara beberapa spesies ular dan kadal lainnya berhabitat di hutan, padang rumput hingga padang pasir.

Pengelompokan Hewan Reptil

Reptil yang hidup di jaman ini merupakan representasi dari sedikit kelompok reptil yang ada secara keseluruhan, untuk itu, pengelompokan hewan reptil tergantung kepada sisa fosilnya. Misalnya, tertinggi klasifikasi reptil ditentukan oleh karakter kerangka spesies tersebut.

Reptil (dari kelas Reptilia) dan mamalia (dari kelas Mamalia) merupakan dua jenis hewan yang masih hidup dari kelompok Amniota, sebuah kelompok hewan dengan karakter memiliki membran amniotik. Struktur embrionik ini memang tidak dapat ditemukan dari jejak fosil, namun mereka dari tampilannya di masa ini, dapat diketahui bahwa reptil dan synapsids memiliki nenek moyang yang sama.

Berdasarkan ordonya, hewan reptil dapat diklasifikasikan menjadi 4 kelompok, yaitu:

Ordo Crocodilia

buaya
Semua spesies buaya merupakan anggota dari ordo crocodilia

Ordo crocodilia mempunyai sisik yang tebal terbentuk dari keratin yang diperkuat dengan lempengan tulang yang disebut skuta sebagai pelindung. Ciri fisiknya adalah berkaki empat dan berkuku pada setiap jarinya, lalu memiliki otot yang kuat pada ekornya dan berkembang biak secara Ovipar.

Kepala pada ordo crocodilia berbentuk piramida, keras dan kuat disertai dengan gigi yang runcing untuk mencabik-cabik mangsanya. Habitat alaminya adalah di perairan air tawar maupun air asin.

Contoh hewan ordo Crocodilia: Buaya Air Tawar, Buaya Air Asin dan berbagai jenis bangsa buaya lainnya.

Ordo Chelonia

penyu
Anggota dari ordo ini merupakan hewan-hewan reptil bercangkang keras seperti kura-kura dan penyu

Ordo chelonia merupakan hewan reptilia yang memiliki cangkang dalam bentuk lempengan serta tulang belakang dan rusuk yang saling menyatu. Tubuhnya yang pendek dan lebar dilindungi oleh karapaks (cangkang bagian atas) dan plastron (cangkang bagian bawah). Ciri khas hewan dari ordo ini adalah mereka tidak bergigi dan lidahnya tidak dapat menjulur.

Hewan dari ordo ini biasa hidup di daerah air asin dan air tawar. Mereka berkembang biak dengan bertelur dan sang induk biasanya akan menanam telurnya di dalam lubang.

Contoh hewan Ordo Chelonia: yaitu Kura-kura dan penyu.

Ordo Rhinchochepalia

tuatara
Tuatara memiliki kemiripan dengan spesies iguana atau kadal, namun mereka merupakan hewan dari ordo yang berbeda

Ordo Rhinchochepalia merupakan jenis reptil yang telah ada sejak zaman prasejarah dan masih bertahan hidup hingga saat ini. Satu-satunya spesies ordo Rhinchochepalia yang masih ada yaitu Tuatara, ia memiliki kemiripan dengan kadal.

Tuatara hanya terdapat di Selandia Baru dan merupakan satu-satunya spesies Ordo Rhinchochepalia yang masih hidup dan diyakini telah hidup sejak zaman Dinosaurus. Reptil ini memiliki mata ke-3 di dahinya yang berfungsi untuk mengenali gelap dan terang serta memiliki duri yang berderet sepanjang tulang belakang.

Ia berkembang biak dengan bertelur dan hanya satu butir saja dalam satu kali masa bertelur. Pertumbuhan tuatara sangat lama, paling lama diantara reptil yang lain. Ia memerlukan waktu antara 10-20 tahun untuk mencapai usia dewasa. Tuatara adalah hewan pemalu dan penyendiri. Ia juga merupakan hewan nokturnal yang aktif di malam hari. Makanan utama mereka adalah burung, kadal, katak, serangga, dan laba-laba.

Tuatara dewasa mencapai panjang hingga 80 cm dengan berat sampai 1,3 kg. Warna tubuhnya biasanya kelabu kehijauan atau kelabu kecokelatan.

Ordo Squamata

Ordo Squamata merupakan ordo terbesar dalam kelompok reptil. Hewan-hewan yang termasuk ke dalam ordo ini adalah kadal, iguana, ular dan hewan amfibi yang secara keseluruhan dikenal dengan reptil bersisik atau squamates.

Terdapat sebanyak 10.000 spesies hewan di dalam ordo ini yang membuatnya ordo dengan hewan vertebrata terbanyak kedua setelah perciformes. Hewan dari ordo ini dikenal memiliki kulit sisik berduri atau menyerupai tameng.

Apakah penjelasan mengenai hewan reptil di atas memberikan pengetahuan yang bermanfaat untukmu? Tinggalkan pertanyaan dan pesanmu di kolom komentar, serta jangan lupa untuk membagikan tulisan ini ke teman-temanmu, ya!

Add Comment