Mengenal Kopi Arabika, Apa Sih Bedanya Dengan Kopi Robusta?

Menurut ahli, Kopi ini pertama kali ditemukan di Yaman pada abad ke 12. Dalam bahasa Arab sendiri ia disebut dengan ‏بُنّ‎‎ (būnn). Namun untuk asal mula biji kopi arabika, dikatakan bahwa kopi ini berasal dari Kerajaan Kaffa (Ethiopia) yang ada pada tahun 1000 SM.

Pada kala itu, biji kopi dikonsumsi dengan mencampurkannya dengan lemak yang bertujuan untuk menambah stamina. Pada abad ke 7, biji kopi ini diekspor dari Ethiopia ke Yaman dan negara-negara Arab lainnya, inilah mengapa ia disebut dengan kopi “Arabika”.

Kopi Arabika, atau yang dalam bahasa latin disebut dengan coffea arabica, adalah jenis tanaman kopi yang tumbuh di daerah dengan tinggi antara 700 sampai 1700 meter dari permukaan laut dengan suhu berkisar 16 sampai 20 derajat Celcius. Jika tidak, kopi jenis ini akan sangat rentan terhadap serangan penyakit karat daun (Hemileia Vastatrix).

Dikatakan bahwa kopi arabika pada awalnya berasal dari Brasil dan Ethiopia. Kopi ini merupakan jenis kopi pertama yang ditemukan dan paling banyak dibudidayakan hingga saat ini.

Kopi Arabika merupakan jenis kopi yang paling terkenal dan banyak disukai hingga menguasai sekitar 70 % dari pangsa pasar kopi dunia. Indonesia sebagai negara penghasil kopi terbesar dunia nomor empat juga memiliki cukup banyak perkebunan kopi arabika yang terkenal seperti kopi Aceh, kopi Toraja, kopi Sumatera Utara, kopi Gayo, kopi Java, kopi Kintamani.

Jenis kopi arabika merupakan jenis yang mendominasi sekitar 70% dari keseluruhan kopi yang diproduksi secara global. Inilah mengapa banyak dari racikan kopi yang menggunakan jenis kopi arabika sebagai bahan utamanya. Kopi arabika juga dipercaya sebagai jenis kopi pertama yang dibudidayakan.

Di Indonesia sendiri, produksi kopi arabika dimulai pada tahun 1699 saat Yaman memperluas kerjasama perdagangannya. Kopi yang diproduksi di daerah Sumatra dan Jawa dikenal dengan beratnya yang lebih berbobot dan juga tingkat keasamannya yang rendah.

Hal ini membuat jenis kopi ini ideal untuk dicampur dengan kopi asal Amerika Tengah dan Afrika Timur yang memiliki tingkat keasaman tinggi.

Ciri Khas Kopi Arabika

Kopi Arabika dengan kualitas tinggi biasanya memiliki sedikit rasa manis dan terasa sedikit seperti cokelat, kacang dan karamel. Beberapa juga ada yang terasa seperti buah dan terasa sedikit asam atau pahit. Pengolahan dengan metode cold brewing akan membantu menguatkan rasa manis tersebut.

Cara pengolahan biji kopi memang akan berpengaruh kepada rasa kopi nantinya. Selain itu, area, komposisi tanah tempat biji kopi tersebut tumbuh dan cara penyimpanannya juga ternyata mempengaruhi rasa kopi loh. Untuk itu, biji kopi harus disimpan di tempat yang sesuai dengan standar agar rasanya dapat tetap terjaga.

Tanaman ini dapat tumbuh dari 9 hingga 12 meter saat di alam bebas. Namun untuk tanaman budidaya, ketinggiannya dijaga hingga hanya mencapai 5 meter untuk mempermudah proses panen. Ia memiliki bunga kecil berwarna putih dan beraroma layaknya melati.

Layaknya buah blueberry, biji pada tanaman arabika tidak matang pada saat yang bersamaan meskipun berada di satu batang yang sama.

Banyak dari warung dan supermarket yang menjual biji kopi arabika, beberapa bahkan ada yang mencampurnya dengan robusta.

Jenis kopi arabika memiliki jenis turunan lain yang cukup banyak. Beberapa dari mereka merupakan biji kopi yang khas dari suatu wilayah, sementara sisanya dapat ditemui di berbagai dunia.

Di bawah ini merupakan beberapa jenis kopi Arabika yang banyak ditemukan:

  1. Typica: Ia dikenal memiliki rasa yang manis. Untuk menghasilkan rasa tertentu, jenis typica biasa disilangkan dengan jenis kopi lain.
  2. Bourbon: Nama ini mirip dengan nama minuman beralkohol, namun jangan salah mengira. Ini adalah jenis biji kopi yang memiliki ciri khas rasa seperti cokelat dan buah. Banyak dari biji kopi arabika yang merupakan hasil persilangan bourbon.
  3. Caturra: Jenis biji kopi ini adalah hybrid dari jenis Bourbon yang tumbuh di Brasil pada awal 1900an. Jenis ini memproduksi kopi dengan bobot kecil dan rasa yang asam.
  4. Catimor: Jenis ini merupakan hasil persilangan antara Caturra dan Timor (jenis campuran hybrid antara Arabika dan Robusta). Ia memiliki rasa yang lebih kuat khas robusta. Namun jenis yang ditumbuhkan di Nikaragua, El Salvador dan India memiliki rasa yang lebih lembut.
  5. Catuai: Jenis ini merupakan hybrid antara Caturra dan Mundo Novo (hasil persilangan antara Bourbon/Typica). Jenis ini biasa tumbuh di Brasil dan rasa yang dihasilkan tajam, sedikit asam dan sedikit manis.
  6. Gesha/Geisha: Berasal dari sebuah kota di Ethiopia yang juga bernama Gesha, kopi jenis ini banyak diimport ke Panama. Ia merupakan salah satu jenis kopi yang paling mahal di dunia.
  7. Jackson: Dikembangkan di daerah Rwanda dan Burundi, jenis ini kian lama semakin dikenal para pecinta kopi karena rasanya yang unik.
  8. Jamaican Blue Mountain: Nama jenis kopi ini terinspirasi dari wilayah di mana ia tumbuh. Ia banyak disukai karena rasanya yang ringan, creamy dan cukup manis.
  9. Jember: Ia merupakan salah satu hasil persilangan Typica yang banyak dibudidayakan di daerah Indonesia. Ia kaya akan rasa dan memiliki rasa manis menyerupai gula merah dan karamel.
  10. Kent: Jenis ini merupakan pendahulu Jember yang juga dibudidaya di Indonesia. Namun jenis ini memiliki rasa yang lebih ringan dengan sentuhan rasa tajam dan manis.
  11. Kona: Jenis ini merupakan salah satu jenis kopi termahal di dunia. Kopi ini hanya tumbuh di lereng dua pegunungan api, yaitu Mauna Loa dan Hualalai. Tanah yang terkena lava serta cuaca di daerah tersebut menghasilkan rasa khas kopi Kona, manis alami dan juga beraroma buah dengan sedikit rasa kacang.
  12. Maragogype: Jenis ini juga biasa dikenal dengan Elephant Bean Coffee karena ukuran bijinya yang besar. Ia menawarkan rasa yang kuat, buttery dan menyerupai citrus.
  13. Maracatu/Maracaturra: hasil persilangan antara Maragogype dan Caturra. Ia biasa tumbuh di daerah dataran tinggi Amerika Tengah.
  14. Mocca: Jenis biji kopi berukuran kecil ini biasa tumbuh di Hawaii dan Yaman. Ia memiliki rasa yang menyerupai cokelat.
  15. Mundo Novo: Hybrid antara Bourbon dan Typica. Biji kopi jenis ini sering dijadikan dasar campuran jenis biji kopi lain. Ia memiliki rasa manis karamel dan juga sedikit pahit.
  16. Pacamara: Hasil persilangan antara Pacas dan Maragogype ini biasa tumbuh di Amerika Tengah terutama El Salvador. Ia menghasilkan rasa manis keasaman dan juga beraroma buah.
  17. Pacas: Hasil mutasi alami Bourbon ini biasa tumbuh di El Salvador dan menghasilkan rasa manis serta aroma buah.
  18. Pache: Jenis ini tumbuh di Guatemala dan terkenal karena rasanya yang halus.
  19. SL-34 dan SL-28: Jenis kopi yang memiliki nama seperti rumus ini merupakan jenis kopi utama yang diekspor oleh Kenya. Ia biasa dikenal dengan nama blueberry bombs. Rasa yang dihasilkan menyerupai buah atau wine.
  20. Villa Sarchi: Dikembangkan di daerah bernama Sarchi, hybrid alami Bourbon ini menghasilkan rasa keasaman dan aroma buah.
  21. Villalobos: Jenis ini tumbuh di Costa Rica dan menghasilkan rasa dengan keasaman dan manis yang pas.

Perbedaan Antara Kopi Arabika Dengan Kopi Robusta

Mungkin banyak dari kalian yang sering mendengar jenis kopi arabika dan robusta. Keduanya sering disandingkan karena memang merupakan jenis kopi yang paling terkenal dan paling banyak diekspor dari berbagai dunia. Namun tahukah kamu apa perbedaan di antara keduanya? Berikut perbandingannya:

  1. Kopi Arabika memiliki tingkat kafein yang lebih sedikit dibandingkan dengan kopi robusta. Biji kopi arabika hanya mengandung sekitar 1.5% kafein, sedangkan di dalam biji kopi robusta terkandung sebanyak 2.7% kafein. Inilah mengapa kopi robusta akan terasa lebih pahit dibandingkan arabika
  2. Kopi Arabika mengandung lebih banyak gula dibandingkan kopi robusta.
  3. Kopi Arabika mengandung lebih banyak lipid (lemak, minyak, vitamin, hormon)
  4. Kopi Arabika terasa lebih asam. Karenanya akan memberikan rasa yang menyerupai buah, cokelat dan kacang. Robusta memiliki rasa yang lebih kuat.
  5. Kopi Arabika berharga lebih mahal dibandingkan robusta. Hal ini karena biji kopi arabika lebih sulit dibudidayakan karena sangat sensitif dengan lingkungannya. Selain itu, ia menjadi mahal karena rasanya yang lebih banyak disukai sehingga permintaan akan arabika lebih banyak.

Apakah kamu menjadi lebih paham mengenai seluk beluk kopi arabika? Tinggalkan pertanyaan serta pesanmu di kolom komentar, dan jangan lupa untuk membagikan tulisan ini kepada teman-temanmu!

Add Comment