kopi robusta

Kamu pasti sering mendengar orang menyebut tentang kopi robusta. Khususnya bagi mereka pecinta kopi, pasti sudah tidak asing lagi dengan jenis kopi yang satu ini. Jenis kopi ini memang merupakan jenis yang paling umum beredar di kalangan masyarakat Indonesia.

Kopi robusta merupakan jenis kopi yang dibuat dari biji tanaman coffea canephora. Pada awalnya, kopi ini tumbuh di benua Afrika, khususnya di wilayah sub-sahara tengah dan barat. Kini tanaman ini lebih banyak dibudidayakan dan diekspor oleh negara Vietnam, Brazil dan Indonesia.

Dan di daerah Indonesia sendiri, kopi Robusta mendominasi sekitar 90% area perkebunan kopi di Aceh, Tapanuli, Lampung, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Bali, juga Sumatera Selatan.

Jenis kopi robusta merupakan kopi nomor dua setelah Arabika yang paling terkenal di dunia hingga mencapai 40% dari keseluruhan produksi dan konsumsi kopi di dunia. Kopi robusta sering digunakan sebagai bahan utama kopi instan dan juga campuran espresso.

Di pasaran, biji kopi robusta dijual dengan harga lebih rendah dibanding dengan kopi arabika. 

Coffea canephora sendiri memiliki dua varian, yaitu C.c. robusta dan C.c. nganda. Namun keduanya sama-sama dianggap sebagai kopi robusta.

Tidak seperti tanaman arabika yang terlihat seperti pohon atau semak yang luas, tanaman robusta terlihat lebih liar dan tak beraturan. Ia juga lebih kuat dibandingkan dengan arabika, sehingga tidak membutuhkan banyak perawatan.

Mengapa demikian? Di dalam kopi robusta terkandung chlorogenic acid (CGA) yang lebih tinggi dibanding kopi arabika. Karenanya, ia menghasilkan antioksidan alami dan juga bahan yang dapat mengusir hama.

Ia mampu bertahan hidup di cuaca yang panas dengan temperatur 30°C atau lebih. Saat tumbuh liar, ia mampu tumbuh hingga mencapai 10 meter, namun jika di perkebunan ia sengaja ditumbuhkan hingga 5 meter saja agar lebih mudah saat dipanen.

Dibandingkan dengan kopi arabika, kopi robusta juga dapat menghasilkan lebih banyak biji kopi dengan lebih cepat. Ia juga mengandung lebih banyak kandungan kafein dan lebih sedikit gula. Inilah mengapa ia memiliki rasa yang lebih kuat. Namun, aroma kopi robusta tidak sekuat arabika.

Bunga pada tanaman ini berwarna putih dan beraroma manis seperti bunga melati. Saat matang, biji kopi robusta akan berubah warna menjadi merah gelap dan akan membutuhkan waktu 6 hingga 8 bulan untuk sampai pada tahap itu.

Yang unik adalah masing-masing biji kopi akan matang pada waktu yang berbeda meskipun berasal dari satu batang yang sama, layaknya blueberry.

Perbedaan Dengan Kopi Arabika

kopi
Masing-masing dari kedua jenis kopi ini memiliki keistimewaan dan kekhasan masing-masing

Selain jenis kopi robusta, kamu juga pasti sudah familiar dengan jenis kopi Arabika. Keduanya merupakan jenis kopi yang sama-sama populer di Indonesia. Namun apa perbedaan antara keduanya?

Biji kopi arabika secara umum lebih ringan dan memiliki rasa serta aroma yang lebih “manis” juga sedikit asam. Sedangkan kopi robusta berkualitas tinggi sebaliknya, ia terasa lebih pahit dan meninggalkan aftertaste seperti kacang.

Untuk kopi robusta berkualitas rendah, rasa yang ditimbulkan akan terasa seperti gosong dan mirip karet. Banyak dari pedagang biji kopi di pasar-pasar yang menggunakan biji kopi robusta berkualitas rendah karena lebih mudah didapatkan dan juga lebih murah.

Kopi robusta memiliki kadar kafein dan antioksidan yang lebih tinggi dan juga kadar gula yang lebih rendah.

Jika kamu suka menambahkan cream dan gula di dalam kopimu, maka kopi robusta merupakan pilihan kopi yang tepat untukmu. Karena rasa pahitnya akan lebih pas jika dipadukan dengan gula dan cream yang manis. Karenanya, kopi robusta banyak dijadikan bahan utama pembuatan iced coffee.

Apa Yang Membuat Kopi Robusta Terkenal?

Apa kamu familiar dengan Vietnamese iced coffee? Menu yang populer di banyak coffee shop ini menggunakan biji kopi robusta sebagai bahan utamanya, loh!

Cara membuatnya adalah dengan menggunakan biji kopi robusta yang di-roast lalu disaring menggunakan drip filter sebelum dituang di atas es batu lalu dicampur dengan susu kental manis. Kopi khas asia tenggara ini juga bahkan digemari oleh masyarakat di luar Asia.

Hal yang menarik adalah Vietnam merupakan produsen utama kopi robusta di dunia, jadi wajar jika kopi yang berasal dari negara ini banyak menggunakan bahan kopi robusta.

Secara tradisional, Italian espresso juga khusus menggunakan biji kopi robusta. Dikatakan bahwa penggunaan biji kopi robusta memicu terciptanya crema, yang merupakan bahan yang juga tidak terpisahkan dari para pecinta espresso. Ia adalah cairan berwarna karamel yang diletakan di atas espresso yang baru diekstrak.

Dikatakan bahwa kopi arabika tidak mampu menghasilkan tekstur, warna dan jumlah crema yang sama.

Apakah kamu menjadi lebih paham mengenai seluk beluk kopi robusta? Tinggalkan pertanyaan serta pesanmu di kolom komentar, dan jangan lupa untuk membagikan tulisan ini kepada teman-temanmu!

Leave a Reply

Your email address will not be published.