Kota-Kota yang Hilang dan Telah Ditemukan Kembali

Pernahkah kamu mendengar sebuah cerita legenda atau mitos mengenai sebuah kota penduduk kuno yang telah hilang? Cerita tersebut biasanya juga diiringi oleh sebab akibat yang dilakukan oleh penduduk kota tersebut hingga sampai pada hilangnya seluruh isi kota.

Tim kitacerdas telah menyiapkan beberapa kota yang dulunya dinyatakan hilang namun telah ditemukan kembali, beberapa bahkan dikukuhkan menjadi situs bersejarah yang dilindungi.

Daftar Kota Hilang yang Telah Ditemukan

1. Machu Picchu

Machu Picchu
Kota ini dinyatakan ‘hilang’ karena tertutup oleh tumbuhan dan semak hingga mengubahnya menjadi seperti hutan belantara

Pada tahun 1911, seorang penjelajah bernama Hiram Bingham dari Yale University menjelajahi Peru, sebuah negara yang terletak di bagian barat Amerika Selatan. Ia datang dengan maksud untuk mencari kota Vilcabamba, sebuah kota hilang yang diyakini dulunya dihuni oleh suku Inca. Namun, yang ia temukan ternyata kota lain yang dikenal dengan nama Machu Picchu.

Diperlukan waktu selama 50 tahun hingga akhirnya pada 1964 diketahui bahwa kota tersebut merupakan kota Machu Picchu dan bukan Vilcabamba. Hal ini pun diketahui ketika penjelajah lain menemukan kota Vilcabamba yang asli. Ironisnya, Hiram Bingham sebelumnya telah menemukan Vilcabamba namun ia mengira itu bukanlah kota yang ia cari dikarenakan ukurannya yang lebih kecil dari yang ia harapkan.

Kota Machu Picchu sendiri merupakan sebuah kota kecil yang terletak di puncak pegunungan. Luasnya diperkirakan cukup untuk ditempati 500-750 orang. Dikabarkan bahwa kota tersebut merupakan kota pelarian bagi masyarakat Inca yang ingin tinggal di tempat yang lebih tenang.

Hiram Bingham sendiri bukan merupakan penjelajah Barat pertama yang menemukan kota tersebut. Masyarakat lokal pun dikatakan sudah tahu sebelumnya akan keberadaan kota yang kala tertutup tumbuhan dan semak hingga menjadi seperti hutan. Selain itu, terdapat bukti bahwa pada tahun 1867, seorang pebisnis dan insinyur asal Jerman telah tiba terlebih dahulu dibanding Bingham.

2. Angkor

Angkor
Angkor merupakan sebutan bagi kota yang berisi kompleks candi yang sangat luas di Kamboja

Pada tahun 2014, seorang arkeolog asal Australia telah menemukan penemuan yang sangat menakjubkan di Kamboja. Dengan menggunakan teknologi remote-sensing paling mutakhir, ia telah berhasil menemukan kompleks candi Angkor Wat yang sebelumnya telah dinyatakan hilang selama 1.200 tahun. Ia merupakan peninggalan kerajaan Khmer yang memerintah dari abad 9 hingga 15 di Kamboja. Periode dinasti Angkor berakhir pada tahun 1431 akibat serangan dari Ayutthaya.

Damian Evans, seorang direktur pusat arkeologi dari Universitas Sydney di Kamboja bersama dengan kelompok arkeolognya diizinkan untuk menggunakan teknologi Lidar laser untuk menjelajahi hutan belantara di Kamboja. Alat tersebut lantas menunjukan gambar sebuah kota yang tidak seorang pun tahu ada di sana sebelumnya.

Berkat teknologi tersebut, tim arkeolog tersebut juga berhasil menemukan 5 kuil tersembunyi, sebuah patung Buddha raksasa, bukti infrastruktur kuno dan ratusan gundukan misterius yang diduga sebagai makam. Sebuah gua dengan ukiran yang diduga dibuat oleh pertapa suci juga ditemukan.

3. Petra

Petra
Rose red city, half as old as time adalah bait sebuah puisi buatan John Burgon yang didedikasikan untuk kota Petra

Kota Petra yang terletak tepat di tebing curam Yordania ini dinyatakan hilang selama ratusan tahun. Berlokasi di antara area tebing padang pasir dan pegunungan yang sekarang dikenal dengan Kerajaan Hashemite Yordania, Petra dulunya merupakan pusat perdagangan dan juga ibu kota kerajaan Nabatean antara tahun 400 SM hingga 106 M.

Petra adalah jalur penting pertemuan perdagangan rempah-rempah dan sutra yang menghubungkan China, India dan Bagian selatan Arab dengan Mesir, Yunani dan Roma. Setelah beberapa kali terkena gempa bumi yang kuat, sistem perairan di Petra mulai rusak lalu perlahan-lahan kota ini mulai diabaikan pada abad ke-6. Setelah Perang Salib, Petra benar-benar telah dilupakan hingga akhirnya ditemukan oleh seorang penjelajah bernama Ludwig Burckhardt tahun 1812.

Pada tahun 1800an kota ini ditemukan oleh penjelajah asal Eropa. Namun baru di tahun 1985 kota yang kini dinamakan Petra Archaeological Park dikukuhkan oleh UNESCO menjadi situs bersejarah dunia. Kemudian pada tahun 2007 ia dinamakan menjadi salah satu dari 7 keajaiban dunia oleh UNESCO.

Pengunjung kini dapat melihat perpaduan gaya arsitektur Nabatean dan Greco-Roman di makam yang ditemukan di kota ini, meskipun banyak dari isinya yang telah dicuri.

4. Pompeii

Pompeii
Tragedi gunung meletus yang menghilangkan Kota Pompeii dilegendakan sebagai karma akibat perilaku buruk warga di Kota tersebut

Pada tanggal 24 Agustus tahun 79, gunung api Vesuvius meletus dan menutupi sebagian kota Pompeii dengan abu dan tanah yang kemudian mengawetkan seluruh isi kota. Semua hal mulai dari peralatan dapur hingga penduduknya dibekukan oleh waktu.

Pompeii masih satu masa dengan Herculaneum yang ditelantarkan dan akhirnya dilupakan. Pompeii ditemukan kembali pada abad ke-18. Kota hilang ini masih berisi detail-detail peradaban dari kehidupan dua ribu tahun lalu melalui fosil-fosil manusia yang masih terlihat utuh setelah ribuan tahun terbekukan oleh gunung api yang meletus.

Pompeii adalah salah satu kota kuno peninggalan Kekaisaran Romawi yang terletak di Italia. Kota ini telah hancur dan terkubur di bawah lapisan abu vulkanik akibat letusan gunung Vesuvius pada tahun 79 M.

Saat situs kota tersebut akhirnya ditemukan, objek-objek yang terdapat di kota ini banyak yang masih dalam kondisi awet akibat kondisi yang kering di bawah lapisan abu vulkanik. Kota ini hancur bersama dengan Herculaneum,Torre Annunziata dan komuniti situs lainnya. Mereka pun secara kolektif dijadikan situs peninggalan sejarah oleh UNESCO pada tahun 1997.

Puing-puing kota Pompeii pertama kali ditemukan pada akhir abad ke-16 oleh seorang arsitek bernama Domenico Fontana. Herculaneum ditemukan pada tahun 1709 dan penggalian pun dimulai dari sana pada tahun 1738. Lalu di tahun 1763 ditemukan sebuah prasasti bertuliskan “Rei publicae Pompeianorum” yang membuktikan situs tersebut benar merupakan kota Pompeii.

5. Memphis

Memphis
Kota Memphis dipercaya telah memiliki sistem masyarakat yang tertata sejak ribuan tahun lalu

Memphis merupakan sebuah kota kuno yang juga merupakan ibu kota dari Inebu-hedj, sebuah provinsi pertama di daerah Lower Egypt kuno. Kota ini dibangun oleh Menes, seorang Firaun yang berkuasa di awal era kedinastian. Salah satu struktur bangunan terbesar di kota ini adalah kuil Hut-ka-Ptah. Pada reruntuhan Memphis ditemukan piramida dan juga sphinx, patung singa dengan kepala manusia.

Seiring dengan perkembangan zaman, kota Memphis akhirnya ditelantarkan karena semakin majunya Thebes dan Alexandria. Diperkirakan ada sekitar 30.000 penduduk yang mendiami Memphis kala itu sehingga mendapat julukan kota kuno terbesar. Kota ini dibiarkan terlantar hingga akhirnya ditemukan lagi untuk yang pertama kali melalui ekspedisi Napoleonic tahun 1700-an.

Reruntuhan kota ini terletak 12 mil dari utara Giza, dekat dengan kota Mit Rahina. Ia juga dikukuhkan oleh UNESCO sebagai situs peninggalan bersejarah bersama dengan Piramida Giza.

6. Troy

Troy
Kisah pengepungan kota Troy yang dilakukan bangsa Sparta dan Achaean dari Yunani dipopulerkan oleh Homer

Kota Troy dan Perang Troya dulunya hanya dikenal melalui legenda Yunani hingga akhirnya kota tersebut benar-benar ditemukan pada akhir abad ke-19. Ia dikenal luas melalui karya penulis Homer yang menceritakan mengenai mitologi Yunani beserta kota Troya.

Homer, seorang penulis puisi asal Yunani, mempopulerkan bangsa Troya dan kotanya dalam bukunya berjudul The Iliad dan The Odyssey yang ditulis pada abad ke 8 SM. Buku tersebut menceritakan kisah perang antara Yunani dan bangsa Troya. Namun kini telah terbukti bahwa kota yang diceritakan dalam buku tersebut, Troy, benar-benar ada.

Kota Troy, yang diduduki bangsa troya selama 4000 tahun lalu, merupakan salah satu situs arkeologi terkenal di dunia. Penggalian pertama dilakukan oleh seorang arkeolog terkenal bernama Heinrich Schielmann pada tahun 1870. Penemuan di kota tersebut merupakan bukti penting yang membuktikan kontak antara penduduk Anatolia dan Mediterania.

Masih banyak lagi kota-kota di dunia yang dulunya dinyatakan hilang namun kini telah ditemukan kembali. Dan masih banyak lagi kota-kota hilang di luar sana yang belum ditemukan. Dengan semakin berkembangnya kecanggihan teknologi di bidang arkeologi, semoga semakin banyak lagi kota yang dapat ditemukan dan dapat kita pelajari.

Apakah tulisan di atas memberikan fakta-fakta yang menarik untukmu? Tinggalkan pertanyaan dan pendapatmu di kolom komentar, serta jangan lupa untuk membagikan tulisan ini kepada teman-temanmu jika kamu menyukainya.

Add Comment