Bagaimana Cara Sistem Imun Melawan Virus di Dalam Tubuh? Simak Penjelasan Berikut!

Pernahkah kamu mendengar istilah imunitas? Belakangan ini, kata ini menjadi semakin sering terdengar akibat pandemi COVID-19 yang saat ini terjadi.

Sistem pertahanan tubuh, atau biasa disebut dengan sistem imun atau imunitas, merupakan sebuah kemampuan organisme multisel untuk melawan mikroorganisme berbahaya. Studi yang mempelajari mengenai sistem kekebalan tubuh disebut dengan Imunologi.

Imunitas mencakup komponen spesifik dan non-spesifik. Komponen non-spesifik bertindak sebagai penahan dari banyak jenis patogen. Sedangkan komponen spesifik bertugas beradaptasi dengan setiap penyakit baru yang dialami oleh tubuh seseorang agar dapat mengembangkan imunitas patogen tertentu.

Imunitas juga dapat didefinisikan sebagai sistem biologikal kompleks yang mampu mengenali dan mentoleransi apa yang menjadi bagian dari dirinya dan apa yang bukan (ancaman).

Sistem imunitas bertugas melindungi tubuh seseorang dari berbagai penyakit. Ia mampu mendeteksi setiap ada patogen, virus, parasit, dan bahkan sel kanker yang masuk ke dalam tubuh. Saat jari kita tertusuk duri, misalnya, sistem imun akan mendeteksi duri tersebut dan akan mendorongnya keluar dari tubuh karena ia dilihat sebagai bukan bagian dari tubuh.

Hampir setiap organisme hidup memiliki sistem imun. Bakteri memiliki sistem imun berbentuk enzim yang mampu melindungi dirinya dari infeksi virus. Mekanisme dasar imun lainnya juga dimiliki oleh tumbuhan dan hewan purba yang diturunkan kepada keturunannya di masa modern sekarang.

Mekanisme ini termasuk phagocytosis, peptide antimikroba yang disebut defensins, dan sistem pelengkapnya. Makhluk vertebrata berahang, seperti manusia, memiliki sistem pertahanan yang lebih canggih lagi. Ia memiliki kemampuan mengenali sekaligus beradaptasi dengan lebih efisien terhadap patogen. Imunitas adaptif menciptakan ingatan imunologikal yang dapat meningkatkan respon terhadap patogen yang sama di kemudian hari. Proses ini merupakan dasar dari vaksinasi.

Apa Yang Terjadi Saat Sistem Imun Tidak Bekerja Dengan Semestinya?

Sistem pertahanan tubuh sangat penting untuk menjaga tubuh agar terbebas dari ancaman penyakit. Jika terjadi disfungsi pada sistem imun, maka tubuh akan mengalami penyakit autoimun, peradangan, dan bahkan kanker. Disfungsi terhadap sistem kekebalan tubuh ini terjadi saat sistem imun menjadi kurang aktif dalam mendeteksi virus dibanding biasanya. Sehingga dapat terjadi infeksi yang berbahaya.

Pada manusia, penyakit autoimun bisa jadi merupakan penyakit genetik akibat penyakit yang diturunkan lainnya seperti HIV/AIDS dan penggunaan obat penekan kekebalan tubuh.

Sistem imun memiliki tugas utama melindungi tubuh dari penyusup seperti patogen dan virus yang dapat berpotensi menimbulkan penyakit pada manusia. Namun apa yang terjadi saat sistem imun tidak dapat mendeteksi penyusup? Atau bahkan malah menyerang sel-sel pada tubuh?

Berikut merupakan beberapa penyakit disfungsi sistem imun yang dapat terjadi:

1. Immunodefisiensi

Imunodefisiensi merupakan sebuah kondisi saat satu atau lebih komponen pada sistem imun menjadi tidak aktif. Kemampuan sistem imun dalam merespon patogen berkurang pada anak kecil dan lansia, dan akan kemudian semakin menurun pada saat orang dewasa menginjak umur 50 tahun diakibatkan oleh immunosenescence.

Orang-orang yang memiliki masalah obesitas, kecanduan alkohol dan narkotika memiliki resiko terkena penyakit ini. Sedangkan malnutrisi merupakan penyebab umum terjadinya imunodefisiensi di negara-negara berkembang. Diet tertentu yang membuat asupan protein ke dalam tubuh menjadi berkurang juga diasosiasikan dengan disfungsi sel imun, fungsi phagocyte, dan produksi cytokine.

Imunodefisiensi juga dapat disebabkan oleh genetik akibat diturunkan. Imunodefisiensi akut merupakan gangguan genetik langka yang dikarakteristikan dengan gangguan perkembangan T cells dan B cells akibat mutasi genetik. Beberapa penyakit seperti AIDS dan beberapa jenis kanker berpotensi menurunkan penyakit imunodefisiensi.

2. Autoimun

Respon imun yang terlalu overaktif dapat menciptakan disfungsi imun lainnya yang disebut dengan gangguan autoimun. Autoimun merupakan sebuah kondisi saat sistem imun menjadi terlalu aktif menyerang sel di dalam tubuh sehingga sel normal yang ada di dalam tubuh pun dianggap sebagai benda asing.

Beberapa penyakit yang dapat ditimbulkan karena autoimun adalah Hashimoto’s thyroiditis, rheumatoid arthritis, diabetes mellitus type 1, and systemic lupus erythematosus.

3. Hipersensitivitas

Kondisi ini merupakan respon imun terhadap kerusakan terhadap jaringan di dalam tubuh. Ia dapat dibagi ke dalam empat kelas (Tipe 1 – 4) berdasarkan mekanisme yang terlibat serta waktu reaksi hipersensitivitas tersebut.

4. Peradangan Idiopathic

Peradangan merupakan respon yang terjadi pertama kali di saat sistem imun menghadapi sebuah infeksi, namun dalam kondisi ini, peradangan dapat muncul tanpa sebab yang jelas.

Respon imun dapat dimanipulasi guna menekan munculnya dampak autoimun, alergi dan penolakan transplantasi.

Cara Mempertahankan Kesehatan Sistem Imun

Menjalani pola hidup sehat dapat turut membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh

Penyakit terhadap kekebalan tubuh ternyata dapat dicegah dengan pola hidup tertentu. Apa saja yang harus kita lakukan agar sistem imun tetap berfungsi dengan baik?

Secara alami, tubuh kita menghasilkan imunitas atau daya tahan tubuh terhadap serangan dari radikal bebas dan segala penyakit. Namun untuk menciptakan daya tahan tubuh yang baik, kita perlu memperhatikan bagaimana pola hidup kita sehari-hari, mulai dari aktivitas hingga apa yang kita konsumsi.

Beberapa orang biasanya mengkonsumsi suplemen atau multivitamin dengan tujuan menguatkan daya tahan tubuh atau imunitas. Ada beberapa makanan yang secara alami dapat meningkatkan daya tahan tubuh, seperti:

Buah Beri

Aneka jenis buah beri seperti acai beri, stroberi, dan blueberry mengandung banyak sekali vitamin C serta E. Selain itu, buah yang cenderung memiliki rasa asam ini juga banyak mengandung antioksidan yang mampu membuat tubuh lebih tahan terhadap serangan penyakit dari luar.

Jamur

Jamur atau Pleurotus ostreatus merupakan salah satu makanan istimewa, rasanya yang enak dan bisa diolah menjadi berbagai makanan, dan termasuk antioksidan jadi meningkatkan daya tahan tubuh yang baik karena kandungan vitamin B nya, berguna juga untuk melawan kolesterol jahat, bakteri, dan juga bisa mencegah kanker juga dianjurkan para penderita anemia.

Buah Jeruk

Semua jenis jeruk mengandung vitamin C yang cukup tinggi. Dengan mengkonsumsi jeruk dalam jumlah yang sesuai akan meningkatkan sistem imunitas tubuh sehingga risiko terkena pilek turun hingga 23%. Bagi yang memiliki lambung yang sensitif supaya jangan terlalu banyak karena bisa memicu sakit maag.

Semangka

Semangka yang merah banyak sekali mengandung air dan kandungan antioksidan bernama glutathione pada semangka mampu membantu tubuh melawan infeksi. Selain itu semangka mampu menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko tubuh dehidrasi.

Kubis

Kubis yang berwarna hijau segar banyak sekali mengandung asam amino esensial yang bernama glutamin, Asam amino ini diproduksi secara alami oleh tubuh tapi kadang tidak mencukupi sehingga kita hanya bisa mendapatkannya dengan mengkonsumsi makanan tertentu seperti kubis. Saat kita mengalami kelemahan sistem kekebalan tubuh dan mengalami permasalahan sistem syaraf, tubuh mengambil glutamin untuk memproduksi asam amino.

Teh

Satu minuman yang baik dan sudah dikenal sejak jaman dahulu adalah teh, baik teh hijau maupun teh hitam, dengan meminum teh setiap hari mampu meningkatkan daya tahan tubuh, karena kandungan Polyphenol dan Flavonoid pada teh dapat melindungi sel-sel tubuh dari serangan virus atau meningkatkan daya tahan tubuh, teh juga membantu mengurangi kadar lemak sehingga orang yang secara rutin minum teh mempunyai bentuk tubuh yang ideal.

Ubi Jalar

Ubi yang mempunyai warnah seperti wortel memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Dengan kandungan beta karoten serta vitamin A yang membantu mengurangi penuaan dini, selain itu ubi dipercaya  mampu mengurangi risiko terhadap kanker.

Yogurt

Yogurt dikenal rendah lemak dan sangat baik untuk sistem pencernaan tubuh kita yogurt adalah produk susu hasil fermentasi. Yogurt juga mengandung vitamin D yang baik untuk kulit dan tulang. Yogurt mampu meningkatkan daya tahan tubuh karena kandungan bakteri baik di dalamnya mampu mencegah pembiakan bibit penyakit sehingga tubuh tidak akan mudah diserang penyakit.

Jahe

Jahe sangat berguna dalam menghangatkan tubuh, terutama pada cuaca yang dingin. Dalam jahe mengandung antimikroba dan antioksidan yang ampuh untuk membantu tubuh bertahan dari segala serangan virus dari luar.

Bawang Putih

Salah satu bumbu inti masakan yang sering kita gunakan yaitu bawang putih, banyak sekali manfaat selain untuk membuat masakan jadi lebih nikmat, mengkonsumsi secara rutin dengan takaran yang tepat dapat melancarkan peredaran dalam tubuh, menurunkan tekanan darah/hipertensi, kanker, anti radang, anti bakteri mengatasi gangguan tenggorokan, dan masih banyak lagi manfaat dari bawang putih ini.

Dalam memakai bawang putih sebaiknya dihancurkan dan biarkan sekitar lima belas menit baru dipakai. Sebab zat Allicin yang dikandungnya harus bereaksi dengan oksigen baru bisa bermanfaat.

Apakah informasi di atas memberikan pengetahuan yang berguna untuk kamu? Tinggalkan pertanyaan dan pesanmu di kolom komentar, serta jangan lupa untuk membagikan tulisan ini kepada teman-temanmu, ya!

Add Comment