Apa Yang Menjadi Penyebab Insomnia?

Apa yang kamu ketahui tentang “Insomnia”? Pernahkah kamu mengalaminya?

Insomnia didefinisikan sebagai keadaan kesulitan untuk tidur yang berlangsung secara terus menerus. Penyebabnya sebagian besar diakibatkan oleh adanya gangguan kesehatan, baik secara fisik maupun psikis, sehingga diperlukan bantuan medis atau psikologis untuk mendapatkan pola tidur yang kembali normal.

Insomnia juga mengacu kepada keadaan di saat kamu bangun terlalu cepat dan sulit untuk tidur kembali. Kamu akan merasakan kelelahan meskipun sebelumnya telah tidur selama beberapa saat. Keadaan ini bukan hanya dapat berakibat pada mood dan energimu, namun juga kesehatan dan performamu pada saat beraktivitas.

Lama waktu tidur yang dibutuhkan seseorang dapat berbeda-beda, namun pada umumnya orang dewasa membutuhkan waktu 7 – 8 jam untuk tidur setiap harinya.

Terkadang, banyak orang yang mengalami insomnia jangka pendek yang berlangsung hingga berminggu-minggu. Hal ini biasanya diakibatkan karena stress dan kejadian traumatis. Namun yang berbahaya adalah pada saat seseorang mengalami insomnia akut yang dapat bertahan selama bertahun-tahun. Hal ini dapat dikaitkan dengan permasalahan kesehatan atau psikis yang lebih parah lagi.

Jenis-Jenis Insomnia

  1. Insomnia primer: yang berarti insomnia yang kamu alami tidak berhubungan dengan masalah kesehatan.
  2. Insomnia sekunder: yang berarti insomnia yang kamu alami berkaitan dengan kondisi kesehatan (seperti misalnya: asma, depresi, artritis, kanker, GERD), obat-obatan dan alkohol.

Tanda Bahwa Kamu Memiliki Insomnia

Kamu memiliki insomnia jika kamu mengalami hal-hal di bawah ini:

  1. Sering kesulitan untuk tidur
  2. Sering terbangun beberapa saat setelah tidur
  3. Sulit untuk kembali tidur setelah tiba-tiba terbangun
  4. Masih merasakan lelah setelah tidur
  5. Sulit untuk tidur siang meskipun kamu merasa kelelahan
  6. Sulit untuk berkonsentrasi di siang hari karena kelelahan

Penyebab Insomnia

insomnia
Insomnia dapat disebabkan oleh berbagai faktor internal maupun eksternal

Insomnia bisa jadi merupakan indikasi dari permasalahan kesehatan dan psikis seseorang. Insomnia kronis biasanya disebabkan karena stress, kejadian traumatis atau kebiasaan yang dapat mengganggu pola tidur. Mengobati permasalahan utamanya merupakan cara yang jitu untuk mengatasi insomnia.

Penyebab umum insomnia:

  1. Stress. Kekhawatiran tentang kehidupan sehari-hari seperti pekerjaan dan keluarga dapat membuat pikiranmu menjadi aktif di malam hari, hingga akhirnya membuat susah untuk tidur. Trauma terhadap kejadian tertentu seperti penyakit, kematian orang terdekat atau musibah lainnya juga dapat menyebabkan insomnia.
  2. Jadwal sehari-hari: Terdapat jadwal internal bernama ritme sirkadian yang berperan sebagai jam internal di dalam tubuhmu. Ia akan mengatur siklus kapan tubuhmu akan merasa lelah dan berenergi seiring dengan waktu tidurmu. Jika ritme ini terganggu, maka akan terjadi insomnia.
  3. Kebiasaan tidur: kebiasaan tidur yang tidak baik seperti jam tidur yang berubah-ubah secarra drastis, lama waktu tidur siang, aktivitas stimulasi sebelum tidur seperti memainkan gadget, menonton tv sebelum tidur, dapat mengganggu siklus tidurmu.
  4. Makan malam terlalu banyak: memakan sedikit snack sebelum tidur sebenarnya dibolehkan, namun pastikan porsinya tidak berlebihan. Karena jika seseorang makan terlalu banyak sebelum membaringkan tubuh, beberapa orang akan merasakan heartburn yang mana akan membuatnya susah tidur.

Insomnia kronis sering dikaitkan dengan kondisi medis atau penggunaan obat-obatan tertentu. Jika ini yang terjadi padamu, maka yang harus pertama diobati adalah mengatasi kondisi medis tersebut. Penyebab lain insomnia kronis di antaranya:

  1. Gangguan kesehatan mental: kecemasan berlebih yang diakibatkan oleh kejadian traumatis dapat mengganggu tidurmu. Bangun terlalu awal dapat menjadi gejala depresi. Insomnia sering terjadi beriringan dengan gangguan mental lainnya juga.
  2. Obat-obatan: banyak obat yang mengandung bahan-bahan yang dapat mengganggu tidur seseorang. Seperti beberapa obat antidepresan dan obat asma atau tekanan darah tinggi. Beberapa obat yang umum dikonsumsi seperti painkiller, obat alergi, demam dan penurun berat badan juga mengandung kafein dan stimulan lain yang dapat membuatmu sulit untuk tidur.
  3. Kondisi kesehatan: beberapa penyakit kronis seperti kanker, diabetes, jantung, asma, GERD, parkinson dan alzheimer dapat membuat seseorang sulit untuk tidur.
  4. Sleep apnea: gangguan ini dapat membuat seseorang tiba-tiba berhenti bernapas di saat tidur secara terus menerus. Inilah mengapa pengidapnya juga dapat dipastikan mengalami insomnia.
  5. Makanan dan minuman tertentu: mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung nikotin, alkohol, kafein, soda dan minuman energi di sore hari dapat membuatmu terjaga pada saat waktu tidur.

Seiring dengan bertambahnya usia, insomnia ternyata menjadi lebih sering terjadi. Beberapa orang lanjut usia mungkin akan mengalami gejala berikut:

  • Perubahan pada pola tidur. Tidur menjadi lebih sulit seiring dengan pertambahan usia. Suara sekecil apapun di sekitarmu mampu untuk membuatmu langsung terbangun. Kamu juga akan menjadi lebih sering lelah karena jam internalnya pun berubah. Namun lansia tetap membutuhkan waktu tidur yang sama dengan orang dewasa lainnya.
  • Perubahan aktivitas. Seiring pertambahan usia beberapa orang akan mengurangi kegiatan fisik atau sosialnya. Kurangnya aktivitas tersebut akan mengganggu kualitas tidur seseorang.
  • Perubahan kesehatan. Penyakit kronis seperti artritis dan sakit punggung, depresi, kecemasan juga dapat mengganggu pola tidur lansia. Permasalahan lainnya adalah keinginan untuk buang air kecil di malam hari yang semakin meningkat pada pengidap penyakit prostat atau gangguan kandung kemih.

Insomnia juga dapat dialami oleh anak-anak dan remaja. Namun perbedaannya adalah mereka hanya merasa kesulitan untuk tidur dikarenakan jam internalnya mengalami keterlambatan.

Jika kamu mengalami kesulitan tidur yang terus menerus hingga mengganggu aktivitas dan kesehatan sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik.

Efek Jangka Panjang Insomnia

Komplikasi yang dapat terjadi jika insomnia dibiarkan terus menerus:

  • Performa yang menurun di sekolah atau tempat kerja
  • Menjadi kurang tanggap sehingga meningkatkan resiko kecelakaan saat berkendara
  • Menimbulkan gangguan mental kecemasan dan depresi
  • Meningkatkan resiko penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi dan jantung

Cara Mengatasi Insomnia

Permasalahan yang dapat menyebabkan insomnia tentunya tidak mudah untuk diselesaikan. Beberapa dari penyebab tersebut bahkan memerlukan bantuan profesional dan obat-obatan tertentu yang dapat memakan waktu lebih lama. Namun tim kitacerdas telah menyiapkan beberapa hal kecil yang dapat kamu lakukan untuk mencegah atau mengurangi insomnia ringan, yaitu:

  • Minimal 7 jam sebelum tidur jangan minum kopi.
  • Lampu kamar tidur jangan terlalu terang, cukup redup saja atau pakai lampu tidur.
  • Kurangi merokok, minum alkohol, atau teh sebab nikotin dan kafein bisa mengakibatkan kita tidak mengantuk.
  • Minimal tiga jam sebelum tidur jangan mengkonsumsi makanan berat.
  • Bila lapar menjelang tidur, makanlah sedikit buah-buahan.
  • Matikan gadget, komputer dan televisi dalam kamar tidur.
  • Tinggalkan semua pikiran yang mengganggu.
  • Biasakan tidur pada jam yang sudah ditentukan secara teratur.
  • Tidur siang cukup satu jam atau kurang.

Kamu juga dapat mengkonsumsi obat yang dapat membantumu untuk tidur, namun tentunya setelah mengkonsultasikan kondisimu kepada dokter, ya. Hal ini karena konsumsi obat dapat memberikan efek samping dan menimbulkan permasalahan lainnya.

Apakah informasi di atas memberikan pengetahuan yang berguna untuk kamu? Tinggalkan pertanyaan dan pesanmu di kolom komentar, serta jangan lupa untuk membagikan tulisan ini kepada teman-temanmu, ya!

No Responses

  1. Pingback: Tips untuk Tidur Nyenyak - KitaCerdas.com October 22, 2016

Add Comment