Inilah Daftar Gunung Tertinggi di Dunia Yang Kerap Menjadi Destinasi Wisata Ekstrem!

Gunung kini semakin sering dijadikan destinasi wisata oleh banyak orang yang mungkin bosan dengan suasana perkotaan. Bagaimana tidak? Pendaki gunung akan disuguhi pemandangan alam dan suasana yang jauh berbeda dari pada saat di kota. Udaranya pun akan terasa lebih segar dan bersih karena kecilnya tingkat polusi di kawasan pegunungan.

Namun beberapa orang tidak hanya mendaki gunung untuk tujuan rekreasi belaka. Beberapa ada yang menjadikan hal ini sebagai salah satu bentuk olahraga ataupun hobi. Beberapa lainnya bahkan menjadikannya sebagai goal tersendiri jika ia mampu mendaki gunung tertinggi di dunia. Meskipun terkesan ekstrem, nyatanya masih banyak orang yang kerap melakukan pendakian gunung tiap tahunnya.

Lalu apa saja gunung-gunung tertinggi di dunia yang kerap menjadi destinasi para pendaki di seluruh dunia? Ini dia penjelasan selengkapnya.

Gunung Everest

Gunung Everest
Gunung ini dikenal memiliki tingkat bahaya pendakian tertinggi di dunia

Menempati posisi pertama, Gunung Everest merupakan gunung paling tinggi di dunia yang kerap menjadi ajang bagi para pendaki untuk memecahkan rekor pendakian. Titik tertinggi pada gunung ini adalah 8.848 meter dari permukaan air laut. Gunung Everest terletak di pegunungan Himalaya, tepatnya di perbatasan antara China dan Nepal.

Gunung ini menjadi ikon pemanjatan dunia dengan tingkat kesulitan tinggi. Orang pertama yang sudah mencapai puncak tertinggi adalah Jim Whittaker dari Amerika Serikat yang berhasil memijakan kakinya pada tahun 1963.

Terdapat 2 rute pendakian utama Gunung Everest. Yang pertama mendekati puncak dan dimulai dari bagian yang berada di teritori Nepal, atau biasa disebut sebagai rute standard. Yang satu lagi dimulai dari bagian utara Tibet.

Meskipun pendakian di rute standard tidak berbahaya, namun pendaki akan tetap merasakan beberapa ancaman seperti kencangnya angin, altitude sickness, hingga salju longsor.

Terhitung hingga tahun 2019 sudah ada 300 orang yang dilaporkan meninggal saat mendaki gunung ini yang tubuhnya masih belum ditemukan.

Puncak gunung ini merupakan batu yang dilapisi oleh salju tebal dan digambarkan seukuran meja makan. Di bawah puncaknya terdapat area yang dinamakan “lembah pelangi”  yang dipenuhi oleh tubuh para pendaki yang nyawanya hilang saat pendakian.

Sekitar 8000 meter di bawahnya, terdapat area yang dinamakan “Death Zone”. Hal ini karena daerah ini terkenal memiliki tingkat bahaya paling tinggi. Di sini tingkat oksigen menjadi sangat rendah dan begitu juga dengan tekanan udara yang ada di sekitarnya. Tak heran banyak mayat pendaki ditemukan saat sudah mencapai area ini.

Mengapa tubuh para pendaki yang meninggal tidak dibawa kembali?

Selain karena hal tersebut sangat beresiko, pengembalian tubuh pendaki dari puncak gunung juga memakan biaya yang sangat mahal.

Apakah kamu berani mencoba mendaki gunung ini?

Gunung Aconcagua

Gunugn Aconcagua
Layaknya gunung kebanyakan, gunung Aconcagua memiliki puncak yang selalu ditutupi oleh salju abadi sehingga tampak putih pada puncaknya

Gunung Aconcagua adalah gunung tertinggi yang terletak di benua Amerika tepatnya di pegunungan Andes, provinsi Mendoza negara Argentina. Gunung ini memiliki ketinggian 6.960 meter dari permukaan air laut.

Dalam hal pendakian, gunung ini termasuk mudah untuk ditaklukan jika menggunakan rute normal. Karena gunung ini merupakan salah satu gunung tertinggi yang non-technical. Namun begitu, karena ketinggiannya ia tetap memiliki berbagai risiko. Mulai dari altitude sickness hingga bahkan kematian.

Meskipun jalur pendakian normal dapat dibilang mudah, tetap ada pendaki yang meregang nyawa saat mendaki gunung ini per tahunnya. Di Januari 2009 saja tercatat sudah ada 5 pendaki yang meninggal kala itu. Hal ini disebabkan karena banyak pendaki yang meremehkan tingkat kesulitan pendakian gunung ini sehingga tidak mempersiapkan diri dengan baik. Padahal risiko akibat cuaca dingin tetap saja ada.

Gunung Kilimanjaro

Gunung Kilimanjaro
Gunung Kilimanjaro termasuk jenis gunung api yang sudah lama tidak aktif

Gunung Kilimanjaro adalah puncak paling tinggi di benua Afrika, tepatnya terletak di negara Tanzania. Ketinggian Gunung Kilimanjaro adalah 5.895 meter dari permukaan air laut. Gunung ini termasuk puncak yang paling diminati oleh pendaki di dunia karena terletak di tengah taman nasional yang menyajikan pemandangan savana yang mengagumkan.

Gunung Kilimanjaro memiliki tiga puncak kubah api yang dinamai Kibo, Mawenzi, dan Shira, namun hanya Kibo yang masih aktif. Ia juga termasuk puncak yang paling menonjol secara topografis di dunia. Orang pertama yang diketahui mendaki gunung ini adalah Hans Meyer dan Ludwig Purtscheller pada tahun 1889.

Karena gletsernya yang semakin menipis, Gunung Kilimanjaro kerap dijadikan objek penelitian bagi banyak ilmuwan.

Puncak Jaya, Gunung Jayawijaya

Gunung Puncak Jaya
Salah satu gunung tertinggi di dunia, Gunung Jayawijaya, terletak di Papua Barat

Puncak Jaya, yang dulunya disebut dengan Piramida Carstenz, memiliki tinggi sekitar 4,884 meter di atas permukaan laut. Ia merupakan bagian dari gunung Jayawijaya (Gunung Carstensz) dan merupakan puncak yang tertinggi di gunung tersebut. Gunung Jayawijaya sendiri adalah gunung yang paling tinggi di Indonesia. Ia terletak di Taman Nasional Lorentz, Papua Barat.

Taman Nasional Lorentz sendiri merupakan taman nasional terluas di benua Asia Tenggara dan telah resmi menjadi warisan budaya dunia oleh UNESCO sejak tahun 1999.

Puncak Jaya juga termasuk puncak tertinggi di benua Oceania dan masuk ke dalam 7 puncak tertinggi yang ada di 7 benua atau sering disebut Seven Summits. Di puncak gunung tersebut terselimuti salju yang merupakan atraksi utama dari para pendaki.

Gunung Elbrus

Gunung Elbrus
Gunung Elbrus merupakan jenis gunung api yang masih aktif hingga kini

Gunung Elbrus terletak di bagian barat Pegunungan Kaukasus dan merupakan puncak yang paling tinggi dari pegunungan tersebut. Ia berlokasi di Rusia dan berbatasan langsung dengan negara Georgia. Gunung ini adalah puncak tertinggi di dataran Rusia dan juga Eropa, dengan ketinggian mencapai 4.741 meter dari permukaan air laut.

Gunung ini memiliki 2 puncak, yang keduanya juga merupakan kubah gunung api. Keduanya memiliki ketinggian yang hampir sama, yaitu 5,642 meter dan 5,621 meter.

Rute pendakian normal gunung ini merupakan yang paling mudah, aman dan cepat, terlebih jika menggunakan cable car dan chairlift.

Gunung Mont Blanc

Gunung Mont Blanc
Terdapat cable car yang dapat digunakan oleh pengunjung yang tidak ingin susah payah mendaki gunung ini

Gunung Mont Blanc, atau Monte Bianco, memiliki arti Gunung Putih dalam bahasa Italia. Gunung ini adalah puncak tertinggi di pegunungan Alpen dengan ketinggian 4.810 meter dari permukaan air laut. Menjadikannya puncak gunung tertinggi ke dua di Eropa setelah Gunung Elbrus. Gunung ini terletak di antara Aosta Valley, Italia dan  Savoie dan Haute-Savoie, Prancis.

Gunung ini populer di kalangan turis dan kerap dijadikan destinasi kegiatan outdoor seperti mendaki, memanjat, ski es, snowboarding dan trail running. Rute pendakian yang paling populer di gunung ini adalah Goûter Route, yang biasanya memakan waktu hingga 2 hari untuk mencapai ke puncak.

Terdapat tiga kota yang mengelilingi wilayah pegunungan Mont Blanc, yaitu Courmayeur di Aosta Valley, Italia; Saint-Gervais-les-Bains dan Chamonix in Haute-Savoie, Prancis.

Gunung Mauna Kea

Gunung Mauna Kea
Gunung Mauna Kea merupakan salah satu gunung api yang masih aktif di Hawaii

Gunung Mauna adalah gunung tertinggi di pulau Hawaii, Amerika Serikat. Ia berlokasi tepat di tengah pulau dan memiliki ketinggian hingga 4,207 meter dari permukaan air laut. Gunung api ini jika diukur dari bawah laut ketinggiannya menjadi 10,211 meter. Ia memiliki puncak setinggi 38 meter, lebih tinggi dari gunung sebelahnya, Mauna Loa.

Gunung yang sudah berusia milyaran tahun ini telah melewati masa-masa paling aktifnya sebagai gunung api, terakhir kali ia mengeluarkan erupsi adalah 6000 hingga 4000 tahun lalu. Namun begitu, ia tetaplah aktif dan bisa saja meletus suatu saat nanti.

Di kepercayaan setempat, puncak gunung di Hawaii sangatlah suci. Hukum terdahulu hanya memperbolehkan tokoh masyarakat berkedudukan tinggi (ali’i) yang mengunjungi puncak gunung.

Secara ekologis, gunung Mauna Kea dapat dibagi ke dalam 3 bagian, yaitu cuacal alpine di puncaknya, hutan Sophora chrysophylla–Myoporum sandwicense (atau māmane–naio) di tengahnya, dan hutan Acacia koa–Metrosideros polymorpha (atau koa–ʻōhiʻa) di kakinya.

Gunung Kinabalu

Gunung Kinabalu
UNESCO menetapkan Gunung Kinabalu sebagai warisan budaya dunia karena kekayaan biodiversity di sekitarnya

Gunung Kinabalu terletak di tengah pulau Borneo, tepatnya di Malaysia bagian timur pada negara bagian Sabah. Gunung ini masuk dalam kawasan Taman Nasional Kinabalu dan juga merupakan situs warisan budaya dunia. Gunung Kinabalu memiliki ketinggian 4.095 meter dari permukaan air laut.

Ekosistem di sekitar pegunungan ini sangat penting. Ia merupakan rumah bagi 6000 spesies tanaman, 326 spesies burung dan lebih dari 100 spesies mamalia.

Puncaknya yang paling rendah dapat didaki oleh masyarakat umum dan bahkan tidak diperlukan peralatan pendakian profesional. Namun begitu, para pendaki tetap harus didampingi oleh seorang pemandu.

Gunung K2

Gunung K2
Gunung K2 merupakan gunung tertinggi ke-2 di dunia setelah Gunung Everest

Terakhir adalah Gunung K2. Gunung ini terletak di perbatasan antara Pakistan dan China. Gunung ini juga dikenal sebagai Savage Mountain karena sulitnya pendakian dan juga tingkat kemiringan gunung yang curam. Dari empat orang yang mencoba mendaki gunung ini, satu di antaranya dipastikan meninggal dunia. Karena risikonya yang tinggi, gunung ini jarang didaki saat musim dingin.

Gunung ini memiliki ketinggian 8,611 metres di atas permukaan laut, menjadikannya gunung tertinggi ke-dua di dunia setelah Gunung Everest. Puncak gunung ini pertama kali ditaklukan oleh pendaki asal Italia bernama Lino Lacedelli dan Achille Compagnoni pada 1954.

Gunung ini merupakan satu-satunya gunung setinggi 8000 meter yang tidak pernah didaki mulai dari sisi timurnya. Hal ini karena cuaca dingin yang terlalu ekstrem di bagian tersebut.

Apa kamu berani mencoba mendaki salah satu gunung ini?

Tinggalkan pertanyaan dan pesanmu di kolom komentar, serta jangan lupa untuk membagikan tulisan ini kepada teman-temanmu, ya!

Add Comment