Daftar Hewan Langka yang Dilindungi di Indonesia

Hewan yang termasuk ke dalam kategori terancam (endangered), berarti memiliki jumlah spesies yang tinggal sedikit sekali sehingga terancam punah (extinct).

The International Union for the Conservation of Nature (IUCN) merupakan otoritas global yang berperan memberikan status terhadap flora dan fauna guna menentukan perlu atau tidaknya suatu spesies mendapat perlindungan.

Lembaga ini memiliki apa yang disebut dengan “Red List” yang merupakan daftar ribuan spesies hewan dan juga tumbuhan yang kini terancam kepunahan. Setiap empat tahun, IUCN akan melakukan evaluasi terhadap populasi suatu spesies dan menentukan apakah mereka terancam punah atau tidak.

Sebelum mencapai tahap terancam punah (endangered), IUCN juga menetapkan kategori lain, yaitu:

StatusPenjelasan
Extinct (EX) Spesies tidak pernah terlihat lagi
Extinct in the wild (EW)Diketahui hanya terdapat spesies yang hidup di penangkaran/selain di alam liar
Critically endangered (CE)Beresiko tinggi punah di alam liar
Endangered (EN)Terancam punah di alam liar
Vulnerable (VU)Beresiko terancam punah di alam liar
Near threatened (NT)Akan terancam punah dalam waktu dekat
Least concern (LC)Spesies yang tidak memenuhi kategori terancam punah (berdasarkan persebaran dan banyaknya taksonomi)
Data deficient (DD)Kurangnya data untuk membuat penilaian 
Not evaluated (NE)Belum dilakukan evaluasi

Daftar Hewan Yang Dilindungi di Indonesia

Tim kitacerdas.com telah merangkum beberapa spesies hewan yang statusnya kini terancam punah dan termasuk ke dalam hewan yang dilindungi di Indonesia.

Rusa Khas Indonesia

kijang
Kijang merupakan salah satu dari empat spesies rusa yang dilindungi di Indonesia

Terdapat 4 jenis rusa khas Indonesia yang kini masih hidup namun keadaannya sudah hampir punah, di antaranya Kijang (Muntiacus muntjak), Rusa Sambar (Cervus unicolor), Rusa Timor (Cervus timorensis), dan Rusa Bawean (Axis kuhli). Semua jenis rusa ini dilindungi karena spesiesnya yang mulai habis akibat perburuan yang berlebihan.

Telah banyak usaha yang dilakukan untuk melindungi keberlangsungan hidup spesies ini, seperti misalnya menciptakan penangkaran-penangkaran rusa yang dapat membantu proses reproduksi rusa. Hukum perlindungan terhadap hewan ini juga membuat perburuan dan perjualan-belian spesies ini menjadi ilegal.

Paus

ikan paus
Banyak masyarakat yang memburu paus secara ilegal untuk dijual belikan

Paus merupakan salah satu jenis hewan laut yang paling banyak diburu di dunia. Seperti sudah menjadi budaya, banyak masyarakat yang menjadikan anggota tubuhnya sebagai bahan makanan ataupun bahan pembuatan barang tertentu. Karena perburuan liar inilah maka jumlah beberapa spesies paus semakin berkurang. Untuk itu, pemerintah melakukan upaya perlindungan dengan menetapkan beberapa jenis paus sebagai hewan yang dilindungi.

Beberapa dari spesies paus yang dilindungi misalnya paus bryde kerdil, paus gembala laut, paus pembunuh kerdil, paus sperma, paus biru, paus sei, paus edeni dan masih banyak lagi.

Lumba-lumba

lumba-lumba

Di Indonesia, lumba-lumba merupakan hewan yang terbilang mudah untuk ditemukan di tempat hiburan seperti Sea World. Ia kerap dijadikan atraksi untuk menghibur pengunjung. Namun, tidak semua jenis lumba-lumba dapat dengan mudah kita temui. Beberapa terancam punah akibat populasinya yang semakin menurun.

Jenis spesies lumba-lumba yang dilindungi di Indonesia adalah lumba-lumba moncong pendek, lumba-lumba moncong panjang, dan lumba-lumba riso, lumba-lumba fraser, lumba-lumba tanpa sirip, lumba-lumba bungkuk indo-pasifik, Lumba – lumba pemintal, Lumba – lumba garis, Lumba – lumba pemintal Kerdil, Lumba – Lumba bercak, Lumba – lumba gigi kasar, Lumba – lumba hidung botol Indo-Pasifik, Lumba – lumba hidung

Kanguru Pohon

kanguru pohon
Keberadaan kanguru pohon kini menjadi kian langka sehingga membutuhkan upaya perlindungan pemerintah

Jenis kanguru pohon (Dendrolagus) banyak sekali terdapat di hutan-hutan Papua. Spesies ini merupakan spesies endemik Indonesia, sehingga keberadaannya dipertahankan agar tidak sampai punah. Jenis kanguru pohon yang dilindungi oleh pemerintah antara lain Kanguru Pohon Goodfellow, Kanguru Pohon Wakera, Kanguru Pohon Mantel Emas, Seri’s Tree-kangaroo, dan Kanguru Pohon Nemena.

Owa Jawa

owa
Owa biasa hidup di hutan hujan dan hanya dapat ditemukan di daerah Jawa

Owa adalah salah satu jenis kera dengan warna rambut cenderung gelap. Di Indonesia ada beberapa jenis owa yang terancam punah. Salah satunya yang paling terkenal adalah Owa Jawa (Hylobates moloch), yang merupakan hewan endemik Indonesia.

Di seluruh Indonesia kini diperkirakan hanya terdapat sekitar 1000 ekor owa jawa. Owa ini banyak tersebar di hutan-hutan Jawa Barat. Segala jenis Owa dilindungi di Indonesia karena populasinya yang semakin menurun akibat perburuan dan perusakan hutan. Owa betina hanya melahirkan sekali dalam 2-3 tahun, hal ini menambah buruk proses penambahan populasi Owa.

Kuskus

kuskus
Banyak masyarakat yang menjadikan hewan dilindungi ini sebagai peliharaan dan diperjualbelikan secara ilegal

Kukus adalah salah satu mamalia berkantung seperti kanguru. Hewan ini akan melahirkan anak dalam ukuran kecil dan merawatnya dalam kantong pada bagian depan tubuhnya. Hewan ini merupakan hewan endemik daerah Sulawesi, namun kini keberadaannya semakin jarang ditemui.

Kuskus adalah hewan yang menggunakan ekornya untuk menggantung dan membantunya untuk memanjat dari satu dahan ke dahan lain. Beberapa jenis kuskus yang dilindungi pemerintah antara lain Kuskus Gunung, Kuskus Mata Biru, Kuskus Sutera dan Kuskus Tanah.

Tarsius

tarsius
Hewan ini banyak menghabiskan hidupnya di pohon

Tarsius adalah sejenis primata kecil yang hanya muncul dan beraktivitas saat malam. Mata dari tarsius berbentuk bulat besar yang berguna membantunya untuk melihat di keadaan gelap gulita.

Spesies tarsius merupakan hewan endemik di Sulawesi dan sekitarnya, termasuk wilayah Filipina. yang tidak ditemukan di wilayah lain. Di Indonesia sendiri semua spesies tarsius dimasukkan ke dalam hewan yang dilindungi karena rawan punah. Jenis-jenis tarsius itu antara lain: Tarsius Pigmy, Tarsius Peleng, dan Tarsius Lariang.

Faktor Penyebab Kelangkaan Spesies Hewan

tumbuhan dilindungi
Spesies hewan kini semakin terancam keberadaannya karena ulah manusia yang semakin tidak terkendali

Lebih dari 99% spesies yang pernah hidup di bumi telah punah. Terdapat total 5 kepunahan yang tercatat pernah terjadi berdasarkan penelitian fosil. Kepunahan tersebut disebabkan oleh kejadian geologi dan iklim yang tidak dapat dihindari. Ilmuwan percaya bahwa sekarang ini bumi sedang mengalami kepunahan massal ke-6, yang dilatarbelakangi oleh ulah manusia.

Beberapa ilmuwan mengatakan bahwa kepunahan ke-6 ini telah dimulai sejak awal kemunculan manusia purba pada periode pleistocene. Dikatakan bahwa mereka bertanggung jawab karena telah memburu secara berlebihan mamalia besar seperti mamot. Dari sana, aktivitas manusia semakin mempengaruhi kehidupan spesies lain. Diprediksikan bahwa dalam 100 tahun, kita akan kehilangan setengah dari seluruh spesies yang sekarang masih ada.

Tim kitacerdas telah merangkum beberapa kegiatan manusia yang menjadi faktor penyebab kepunahan hewan yang dapat kamu simak di bawah ini:

1. Degradasi Habitat

Faktor ini merupakan penyebab utama dan yang paling memengaruhi hilangnya beberapa spesies hewan secara signifikan. Deforestasi, penebangan liar, dan kebakaran hutan yang semakin sering terjadi telah menghilangkan ekosistem, habitat, sumber makanan dan bahkan spesies organisme itu sendiri.

Diprediksikan bahwa hutan hujan yang ada sekarang ini akan hilang dalam 100 tahun jika kita tidak menghentikan deforestasi dan kebakaran hutan sesegera mungkin. Tercatat ada 13 hektar hutan telah dikonversi atau dihancurkan. Bayangkan berapa banyak organisme flora dan fauna yang ikut musnah di dalamnya.

Ini akibat ulah manusia yang banyak melakukan deforestasi dengan sengaja untuk tujuan komersial, seperti membuka lahan perkebunan sawit, peternakan, perumahan, hingga jalan tol. Akibatnya, habitat bagi banyak spesies tanaman tersebut hilang.

2. Overharvesting Oleh Manusia

Manusia memanfaatkan hewan untuk kebutuhan pangan, obat-obatan maupun bahan industri. Yang menjadi masalah adalah saat pemanfaatan ini tidak dibarengi oleh rehabilitasi populasi yang dapat menstabilkan jumlah hewan yang diambil. Sehingga beberapa spesies hewan menjadi terancam punah atau bahkan benar-benar punah.

Beberapa spesies yang diburu langsung dari alam bebas juga tidak dapat bereproduksi secara cepat untuk mengembalikan populasi mereka. Sehingga jumlah keberadaannya di alam kian menurun.

3. Polusi

Saat manusia memproduksi zat berbahaya yang dapat mengkontaminasi udara, air dan tanah, ia akan mengganggu metabolisme organisme hidup sehingga mereka tidak mampu untuk beradaptasi dan bertahan hidup.

Polusi air dan tanah seperti merkuri, kadmium, dan pestisida dapat berakibat pada musnahnya jenis tanaman tertentu. Hujan asam akibat polusi udara yang terjadi juga dapat menghancurkan hutan. Tumpahan minyak di laut dapat membunuh hewan dan tumbuhan. Polusi merupakan masalah utama yang mengancam keragaman hayati.

4. Ancaman Spesies Invasif

Manusia seringkali memindahkan spesies suatu organisme dari habitatnya ke tempat lain yang merupakan habitat bagi spesies lain. Memperkenalkan spesies yang bukan native atau spesies invasif bagi ekosistem tersebut akan mengganggu keseimbangan antar spesies di suatu ekosistem.

Akan muncul ancaman pemangsa baru yang nantinya akan berkompetisi dengan pemangsa alami di ekosistem tersebut. Hal ini akan berakibat semakin berkurangnya sumber makanan atau ia malah akan memangsa spesies alami di ekosistem tersebut yang akan berakibat pada terganggunya rantai makanan.

Semakin jauh manusia berusaha untuk mengakses tempat-tempat terpencil, semakin kita membiarkan spesies lain melakukan hal yang sama karena jalan yang kita bangun tadinya merupakan hutan, ekosistem bagi makhluk hidup lain.

5. Perubahan Iklim

Pemanasan global merupakan salah satu faktor lainnya yang meningkatkan ancaman terhadap keberlangsungan hidup hewan. Fenomena ini merupakan peningkatan terhadap temperatur atmosfer dan laut yang lantas menciptakan efek rumah kaca.

Kenaikan suhu bahkan hanya 1 derajat pun dapat berdampak pada kehidupan makhluk hidup. 

Semua faktor di atas bersinergi satu sama lain dalam menyebabkan kenaikan jumlah musnahnya populasi hewan. Seluruh pihak harusnya menganggap serius dan menangani isu ini. Karena kepunahan terhadap makhluk hidup lain dapat mengganggu proses ekologi seperti hancurnya rantai makanan yang juga dapat mengakibatkan kepunahan bagi spesies lainnya.

Apakah artikel di atas memberikan pengetahuan yang berguna bagimu? Tinggalkan pertanyaan dan pesanmu di kolom komentar, serta jangan lupa untuk membagikan tulisan ini ke teman-temanmu, ya!

Add Comment